Bareskrim Polri Garap Kasus Kebocoran Data Pengguna Facebook Indonesia

BERITAKITA.CO | Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta Polri untuk mengusut dugaan pencurian data pribadi satu juta lebih pengguna Facebook asal Indonesia.

Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto mengatakan, Polri setelah koordinasi dengan Kemenkominfo, segera menindak lanjuti kasus pencurian data Facebook,” jelasnya, Senin 09/04/2018.

Untuk menyelidiki kasus tersebut, penyidik Polri akan memanggil perwakilan Facebook di Indonesia. Nantinya, penyidik dari Direktorat Siber Bareskrim Polri yang akan memulai penyelidikan. Diharapkan minggu ini, Bareskrim Polri akan memanggil pihak Facebook di Indonesia,” ujar Setyo.

Pada sebelumnya, kebocoran data Facebook pertama kali diungkap Christopher Wylie, mantan kepala riset Cambridge Analytica, pada Maret lalu. Awalnya, data tersebut disedot oleh peneliti dari University of Cambridge, Aleksandr Kogan, menggunakan aplikasi survei kepribadian. Praktik yang dilakukan sepanjang 2014 itu berhasil mengumpulkan data pribadi 87 juta pengguna Facebook.

Dan Manajemen Facebook mengakui adanya kebocoran data 87 juta akun penggunanya. Akun yang paling banyak dibobol adalah milik pengguna asal Amerika Serikat yakni 70,6 juta akun, diikuti akun asal Filipina sebanyak 1,1 juta.

Menanggapi hal itu, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara telah memanggil perwakilan Facebook di Indonesia, Kamis, 5 April 2018. Dalam pertemuan itu, Rudiantara menyampaikan protes kepada Facebook atas kebocoran data pribadi pengguna asal Indonesia.

Ia juga meminta Facebook menaati undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Peraturan Menteri Komunikasi tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik. “Sanksi administrasi pertama sudah disampaikan. Teguran secara tertulis juga sudah dikeluarkan,” kata Rudiantara.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment