Harga Rokok Di Indonesia Lebih Mahal Dibandingkan Dari 9 Negara Asia Lainnya

BERITAKITA.CO | Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan menilai harga rokok di Indonesia sudah mahal dibandingkan disejumlah negara lain.

Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Ditjen Bea Cukai, Deni Surjantoro mengatakan, harga rokok dalam lima tahun terakhir cenderung kurang terjangkau. “Kalau secara nominal absolut memang murah. Dengan mempertimbangkan daya beli, harga rokok di Indonesia sudah mahal,” jelasnya.

Menurut Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis, Yustinus Prastowo, harga rokok di Indonesia lebih mahal dibandingkan dengan beberapa negara, seperti Jepang, Korea, China, Hong Kong, Australia, Singapura, Malaysia, Myanmar, dan Vietnam”katanya, 04/04/2018.

Penilaian ini berdasarkan indeks keterjangkauan yang diukur melalui rasio Price Relative to Income (PRI) rasio yang memperhitungkan faktor daya beli ke dalam analisis keterjangkauan harga. Yustinus menjelaskan, harga rokok di Indonesia jika memperhitungkan faktor daya beli sebenarnya tidak murah.

“Kalau dibandingkan dengan harga dan dihitung daya beli, harga rokok Indonesia sudah mahal dibandingkan dengan negara-negara lainnya,” katanya.

Pada sebelumnya Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi juga menegaskan, harga jual sebatang rokok di Indonesia merupakan tertinggi setelah dibandingkan dengan pendapatan per kapita per hari masyarakat.

“Secara nominal harga rokok di Indonesia memang relatif lebih rendah dari pada Singapura atau negara maju lain. Tapi, kalau kita bandingkan secara relatif terhadap pendapatan per kapita per hari, sebenarnya harga jual satu batang rokok kita termasuk yang tertinggi,” katanya.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment