Stasiun Luar Angkasa China Jatuh Tanpa Melewati Wilayah Indonesia

BERITAKITA.CO | Lembaga Antariksa dan Penerangan Nasional (LAPAN) menyatakan, secara resmi bangkai stasiun antariksa China, Tiangong-1, telah jatuh di Samudera Pasifik. Pesawat itu jatuh pada 2 April sektiar pukul 7.16 WIB.

Hal itu dilaporkan melalui situs Orbit Sains LAPAN. Lembaga tersebut juga menerangkan bahwa Tiangong-1 akan melewati Samudera Atlantik, Afrika, Asia, dan berakhir di Samudera Pasifik tanpa melewati wilayah Indonesia.

“Menjelang jatuhnya dalam sebulan terakhir, Tiangong-1 mengalami penurunan ketinggian rata-rata sebesar 3.2 km/hari. Jika ketinggiannnya mencapai 120 km, maka ia dianggap mengalami atmospheric reentry sehingga secara cepat akan jatuh menuju permukaan bumi,” tambah LAPAN, Senin 02/04/2018.

Lokasi pendaratan Tiangong-1 ini terletak lebih ke utara dari Point Nemo. Point Nemo sendiri adalah kuburan benda antariksa yang ada di Samudra Pasifik dan jauh dari daratan. Tempat ini dipilih agar bangkai benda antariksa yang sudah pensiun tak menimbulkan bahaya bagi manusia.

Sebelumnya, diperkirakan masuknya kembali Tiangong-1 ke atmosfer Bumi akan membuat pesawat pecah jika tidak habis terbakar. Pecahannya akan menyebar pada area yang panjangnya bisa mencaai ribuan kilometer dengan lebar puluhan kilometer di permukaan bumi.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment