Wakil Ketua DPRK Pijay; Jangan Kaitkan Politik Dengan Rumah Korban Gempa

Banner Iklan SENEBE ARABICA COFFEE Terbaik di Aceh

BERITAKITA.CO | Wakil Ketua DPRK Pidie Jaya, Fakhruzzaman Hasballah mengimbau agar masyarakat Pidie Jaya jangan terkecoh dengan provokasi pihak-pihak tertentu yang dengan sengaja ingin memecah-belahkan masyarakat Pidie Jaya, terutama para penerima rumah Korban Gempa Pijay Desember 2016 silam.

Hal itu ditegaskan oleh Fakhruz (panggilan akrab Fakhuzzaman Hasballah) dalam jumpa pers di Ulee Gle, Pijay, Rabu 07/03/2018.

“Saya menghimbau kepada warga Pidie Jaya, terutama para Korban Gempa 2016 agar tidak terpengaruh oleh isu yang tidak sehat dari provokator-provokator yang sengaja memanfaatkan situasi demi kepentingan politiknya. Sebab, Pidie Jaya masih ada DPRK sebanyak 25 orang dengan beberapa fraksi dan komisi. Ada ketua, wakil, ketua fraksi dan ketua komisi beserta anggotanya. Kesemua Dewan ini pasti tidak akan diam jika para penerima rumah bantuan Gempa ada yang tidak dipedulikan, alias dianaktirikan.” jelas Fakhruz.

Fakhruz juga mengharap agar masyarakat bersabar dalam menunggu rumah bantuan tersebut. Sebab, jika masyarakat ribut-ribut, dana dari pusatpun semakin sulit untuk cair. Namun, sebaliknya jika masyarakat mau bersabar, segala persoalan bisa diselesaikan dengan cara yang bijak tanpa harus saling menfitnah.

“Sebagai masyarakat Pidie Jaya yang senantiasa disegani daerah lain dalam hal persatuan dan kesatuan, tidak seharusnya kita dipengaruhi oleh orang-orang yang sengaja ingin memecah-belahkan persatuan dan kesatuan kita. Jika kita mau berfikir jernih, maka cuekin aja kerikil-kerikil tumpul yang memanfaatkan situasi demi kepentingan politiknya.” ingat Fakhruz.

“Di Pidie Jaya, masih ada Dewan yang menduduki 25 Kursi terhormat. Juga ada beberapa fraksi dan komisi dalam bidang masing-masing. Jadi setiap persoalan yang bisa menimbulkan gejolak, seharusnya para Dewan mencari jalan keluar yang bijaksana. Solusi yang tepat agar masyarakat bisa tentram dan aman. Apabila ada pejabat atau anggota Dewan yang malah memperkeruh suasana dengan mengkaitkan politik, itu bukan pejabat Rakyat dan bukan pula Wakil rakyat, tapi Musuh Rakyat”katanya.

Mereka hanya segelincir kerikil-kerikil tumpul yang masuk sebagai provokasi. Aktor-aktor yang cuma berani berakting dibalik layar. Lempar Batu Sembunyi Tangan, alias Pengecut. Saya sebagai wakil Ketua DPRK Pijay, akan menantang siapapun yang mencoba merusak ketentraman Rakyat. Sebab. Persoalan rumah Gempa telah kita tangani, malah Kepala BNBP pusat bapak Willem Rampangiley, telah berpesan. Jika masih ada rumah korban Gempa Pijay yang belum ada SK, maka bisa diusul kembali. Didata kembali. Kenapa masih ribut? ” Tegas wakil ketua DPRK Pijay ini.

Pjs Bupati Pijay, Kamaruddin Andalah juga berkomentar, ” Persoalan rumah Gempa memang tengah kita bangun, namun agar proses pencairannya lebih cepat, masyarakat harus bersabar. Jika keributan masih terjadi, tentu pencairan dana akan tersendat. Yang rugi juga rakyat.” kata PJ bupati Pijay.

Kepala BPBD Pijay, M. Nasir, S.Pd juga menghimbau agar masyarakat mau bersabar. Jika ada kekeliruan dalam pendataan, silahkan melapor ke BPBD melalui konsultan yang telah terbentuk, untuk mencari solusi dengan sehat dan damai.

” Jangan panik. Semua masalah bisa diselesaikan, asalkan masyarakat mau bersabar dengan mencari jalan keluar yang sehat dan bijak.” Tutur M. Nasir.

Kontributor Pidie Jaya : Ismail Adam

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment