Hakim Tipikor Vonis 6 Tahun Penjara Mantan Auditor BPK

Banner Iklan SENEBE ARABICA COFFEE Terbaik di Aceh

BERITAKITA.CO | Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menjatuhkan vonis enam tahun penjara kepada mantan auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Ali Sadli, Senin 05/03/2018.

Hakim menilai, Ali terbukti menerima suap terkait pemberian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Dalam amar putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Ibnu Basuki Widodo di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat” Mengadili menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi suap seperti tertuang dalam dakwaan 1 alternatif pertama.

Perkara ini, Hakim menyebut Ali bersama-sama dengan koleganya Rochmadi Sapto Giri terbukti menerima fulus Rp 240 juta dari Irjen Kemendes PDTT Sugito melalui Kepala Bagian TU dan Keuangan Inspektorat Kemendes PDTT Jarot Budi Prabowo.

Suap itu diberikan agar Rochmadi dan Ali Sadli mengganjar opini WTP terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Kemendes tahun anggaran 2016. Padahal, dalam laporan tersebut masih ada temuan pertanggungjawaban laporan keuangan tahun 2015 dan 2016 yang belum ditindaklanjuti oleh Kemendes.

Selain terbukti menerima suap, Ali juga dinyatakan terbukti menerima gratifikasi senilai 8,7 miliar. Meski begitu, jumlah itu lebih kecil dari dakwaan Jaksa KPK yang menyebut gratifikasi yang diterima Ali mencapai Rp 10.519.836.000.

Lebih lanjut, Hakim juga menilai gratifikasi yang diterima Ali telah disamarkan, sehingga unsur Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) juga terpenuhi.

“Menjatuhkan pidana penjara selama 6 tahun serta denda sejumlah Rp 250 juta dan apabila tidak dibayar, diganti dengan empat bulan kurungan,” tukas Hakim Ibnu.

Putusan Hakim itu lebih rendah dari tuntutan JPU pada KPK yang menuntut Ali dengan pidana penjara selama 10 tahun, “Kami menghargai putusan Majelis, oleh karena itu kami mengajukan upaya hukum banding,” kata Jaksa KPK.

Sementara itu, pihak Ali memilih menggunakan waktu selama tujuh hari kedepan untuk berpikir sebelum menentukan sikap terkait putusan tersebut.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment