Cegah SARA Di Pilkada Serentak 2018, Bawaslu Gandeng MUI Dan Kominfo

BERITAKITA.CO | Bawaslu sudah bersiap mengantisipasi merebaknya isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) pada Pilkada Serentak 2018.

Anggota Bawaslu Divisi Penyelesaian Sengketa, Rahmat Bagja mengatakan, lembaganya tengah bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Kedua lembaga akan memblokir sejumlah akun di media sosial yang dianggap bermasalah.

“Kami bersama dengan Kominfo akan menutup akun bermasalah. Ini jelas jadi satu langkah kami mengantisipasi isu SARA dan politik identitas lainnya mempengaruhi Pilkada, karena selama ini masyarakat kita diadu oleh akun medsos yang tidak bertanggung jawab,” ujar Rahmat, Sabtu 13/01/2018.

Rahmat melanjutkan, sejauh ini belum ada akun yang ditutup. Itu karena proses kampanye Pilkada belum dimulai. Meski begitu, dia mengatakan pemantauan kampanye hitam menjelang Pilkada sudah dimulai dan akan terus ditingkatkan.

Selain ditutup, Bawaslu nantinya juga akan melacak kepemilikan akun-akun bermasalah tersebut supaya bisa disanksi. Jika terbukti melakukan kampanye hitam berbau SARA, tutur Rahmat, para pemilik akun tersebut akan dikenakan hukuman pidana Pemilu.

“Sanksinya beragam mulai dari enam bulan hingga denda beberapa miliar,” kata Rahmat.

Selain mengawasi akun medsos bermasalah, Bawaslu bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Kominfo juga sepakat mengawasi potensi kampanye hitam yang dilakukan akun medos lainnya yang memiliki afiliasi dengan partai politik hingga kepala daerah.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment