Melibatkan Anak Saat Kampanye, Terancam Pidana Lima Tahun Penjara

BERITAKITA.CO | Pelaksanaan kampanye Pilkada serentak 2018, dikhawatirkan menimbulkan eksploitasi anak. Para kandidat, parpol dan orang tua yang melibatkan anak dalam aktivitas politik dapat terancam hukuman pidana lima tahun penjara.

Dari pemilu sebelumnya, banyak anak dibawah umur yang dilibatkan dalam gelaran kampanye politik di ajang Pilkada maupun Pilpres. Mereka yang terlibat dapat dijerat dengan undang-undang 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak (KPAI) Jasra Putra mengimbau, para kandidat dan orang tua agar tidak melibatkan anak-anak dalam aktivitas politik termasuk saat kampanye berlangsung.

“Pelanggaran terhadap penyalahgunaan anak-anak dalam kepentingan Pilkada tersebut dalam pasal 87 bisa dipidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak 100 juta,” kata Jasra, Rabu 10/01/2018.

Ia juga mengatakan, kandidat/parpol biasanya mengekploitasi anak dalam kampanye dengan berbagai modus seperti, mobilisasi anak, membawa bayi dan menggunakan anak untuk memakai dan memasang atribut-atribut partai politik.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment