Masalah Sosial Masih Minim Perhatian Dari Pemerintah Aceh

BERITAKITA.CO | Masalah sosial yang sering kita temukan di Aceh, ternyata masih minim perhatian dari Pemerintah di Aceh. Dalam hal memberikan suatu bantuan sebagai upaya menyantuni untuk meringankan penderitaan secara langsung tentang kondisi saudara kita yang Disabilitas, Fakir Miskin yang membutuhkan suatu tanggungjawab moral sebagai suatu bentuk solidaritas kita secara bersama masih belum diselesaikan secara tuntas saat kita temukan dipelosok Gampong di Provinsi Aceh.

Juliawati ternyata begitu sangat peka dan sering meninjau secara langsung ke titik rumah warga saat mendapatkan informasi ada anak warga kurang mampu, tidak seperti kita yang lainnya dalam mencari rezeki akibat cacat fisik yang di deritanya semenjak lahir saat ditemui dilapangan, Selasa 28/11/2017.

Sebagai suatu bentuk keprihatinannya membutuhkan pertolongan dari saudara kita yang dermawan secara kemampuan ekonomi.

Juliawati selalu mempublikasikan di media sosialnya saat menyerahkan suatu amanah yang dititipkan oleh hamba Allah yang dermawan hatinya melalui dirinya, selalu ditampilkan di medsosnya dengan nama-nama akun Feceboknnya ‘Dek Lia’ atau “Lia Anggraeni”.

Patut diberikan apresiasi dan support atas kesadarannya yang begitu antusias secara ikhlas, di Kabupaten Aceh Pidie masih kita temukan seorang wanita sangat perduli memperhatikan masalah sosial yang ada di Kabupaten Aceh Pidie, khususnya di Kecamatan Kumbang Tanjong. Sehingga dengan semangatnya yang sangat luar biasa atas kemuliannya perlu kita dorong, tidak lazimnya seperti wanita pada umumnya di medsos asyik dengan selfie tanpa memikirkan nasib saudaranya yang rentan dengan masalah kondisi sosial yang selama ini perlu bantuan dan iuran tangan kita meskipun luput perhatian pihak Pemerintah setempat melalui Instansi terkait di Kabupaten Aceh Pidie.

Padahal bila kita melihat amanah dari Konstitusi Republik Indonesia dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 34 Ayat (1) berbunyi Fakir Miskin dan Anak Terlantar Dipelihara oleh Negara. Dan Ayat (2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan diberdayakan bagi yang tidak mampu serta yang lemah disesuaikan dengan martabat kemanusiaan.

Kembali dipertegas melalui Ayat (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai pasal ini diatur melalui Undang-Undang dalam Pasal 223 Huruf (a) dan Huruf (b) UUPA Nomor 11/2006 payung hukum Otonomi Khusus Aceh juga sudah disebutkan, sungguh sangat ironi dengan fakta dilapangan masih belum maksimal tersentuh.

Berkat kesungguhannya dan keikhlasan sebagai tekad melaksanakan pekerjaan yang sangat mulia sebagai relawan yang perduli terhadap kaum Disabilitas dan Fakir Miskin.

Juliawati Amd Keb, merupakan lulusan akhir di Akbid Darul Husada Sigli, berusia sekitar 24 tahun, beralamat di Gampong Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Aceh Pidie.

Juliawati berprofesi sebagai bidan tenaga bakti di Puskesmas Kumbang Tanjong tanpa pamprih, dan masih sempat memikirkan tanggungjawab moral dengan menyisihkan waktunya dengan aktivitas pribadi sambil berbakti sebagai ibu bidan.

Ia mengharapkan kepada pihak donatur yang dermawan, bisa menyisihkan sedikit hasil rezekinya dalam meringankan penderitaan saudaranya yang masih banyak membutuhkan di Aceh Pidie”.”pungkasnya.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment