Ini Perubahan Dua Pergub Monas

BERITAKITA.CO | Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan akhirnya membuka kembali kawasan Monumen Nasional, atau Monas sebagai tempat kegiatan masyarakat.

Melalui Peraturan Gubernur (Pergub) No. 186 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 160 Tahun 2017, tentang Pengelolaan Kawasan Monumen Nasional, Anies menetapkan Monas bisa digunakan lagi untuk kegiatan pendidikan, sosial, budaya, dan keagamaan.

Anies mengatakan, dengan adanya Pergub No. 186 tahun 2017, kegiatan masyarakat di Monas mendapat kepastian hukum.

Pada sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, mengeluarkan Pergub pada tanggal 13 Oktober 2017, yang melarang Monas sebagai tempat untuk kegiatan budaya, pendidikan, sosial dan agama.

Kami ingin, agar masyarakat bisa memanfaatkan dengan optimal dan kembali nyaman berkegiatan di Monas,”ujar Anies, Minggu 26/11/2017.

Menurut Anies, ada sejumlah pasal yang diubah diantaranya yaitu pasal 10 yang menjadi inti dari Pergub 186 tahun 2017 tersebut. Pada poin b, disebutkan kalau kawasan Monas dapat digunakan untuk acara yang bertujuan untuk kepentingan negara, pendidikan, sosial, budaya dan agama.

“Sebelumnya, di pasal 10 Pergub 160 tahun 2017, juga di poin b, peruntukan Monas dituliskan hanya untuk kepentingan negara. Tanpa ada penyebutan peruntukkan pada sektor pendidikan, sosial, budaya dan agama,”katanya.

Selain itu, kata Anies, ada sejumlah aturan yang ditambah di Pergub 186 tahun 2017. Salah satunya adalah pasal 6 yang menyebutkan, bahwa kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar harus seizin Gubernur berdasar pada rekomendasi sebuah tim.

Tim tersebut yang nantinya akan menilai dan memberikan rekomendasi, apakah usulan kegiatan itu diperbolehkan dilakukan di Monas atau tidak. Tim tersebut berangggotakan dari gabungan SKPD terkait, Sekretariat Negara, Polda Metro Jaya, Pangdam Jaya, tokoh masyarakat dan instansi lainnya.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment