Oknum Polhut Terlibat Kasus illegal logging

BERITAKITA.CO | Diketahui ada empat oknum anggota Polisi Hutan (Polhut) yang seharusnya menjaga kelestarian hutan, terlibat menjadi pelaku ilegal logging.

Keempatnya merupakan anggota Polhut Perhutani KPH Banyuwangi Selatan yaitu Mardi Santoso (46), Sukadi (55), keduanya warga Desa/Kecamatan Siliragung, Suratemin (40), warga Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo dan Pipit Ageste (39), Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari.

Saat ini keempatnya sudah diamankan di Mapolsek Cluring karena terlibat kasus illegal logging kayu jati.

Penangkapan keempat anggota Polhut tersebut hasil pengembangan yang dilakukan Unit Reskrim Polsek Cluring, karena pada sebelumnya polisi menangkap Nur Wakhid (49), sopir truck asal Dusun Pancursari, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Sabtu sore (18/11) lalu.

Saat ditangkap, Nur Wakhid dengan membawa sebanyak 21 gelondong kayu jati yang diduga ilegal. ”Ada laporan warga, tersangka membawa kayu jati, langsung kita kejar,” terang Kapolsek Cluring Iptu Bedjo Madrias.

Nur Wakhid yang sedang membawa truck dengan nomor polisi P 9685 ZN ditangkap sekitar pukul 17.35 WIB, di jalan raya Dusun Pancursari, Desa Benculuk.

Saat petugas meminta tunjukkan surat keterangan sahnya hasil hutan kayu (SKSHHK), ternyata sopir truck menunjukkan surat yang tidak sah. ”Supir truck kita bawa ke polsek untuk dimintai keterangan,” ungkapnya.

Dalam keterangannya pada penyidik polsek, tersangka mengaku hanya suruhan atau mengantar saja. Ditanya yang menyuruh, dengan jujur tersangka menyebut mandor dan anggota Polhut TPK Ringintelu, Kecamatan Bangorejo” ungkapnya.

Dengan pengakuan tersebut, polisi langsung bergerak cepat untuk melakukan penangkapan terhadap para tersangka lainnya. Petugaspun berhasil mengamankan ke empat anggota Polhut itu dan saat ini sudah berada di polsek, untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment