Memanas, Donald Trump Masukkan Korut Dalam Daftar Negara Sponsor Terorisme

BERITAKITA.CO | Presiden Amerika Serikat (AS) kembali memasukkan Korea Utara (Korut) ke dalam daftar negara sponsor terorisme. Dengan masuknya Korut ke dalam daftar tersebut, AS akan dapat menjatuhkan sanksi yang lebih berat dan berpotensi meningkatkan ketegangan terkait program nuklir dan rudal balistik Pyongyang.

Keputusan untuk memasukkan Korut ke dalam daftar tersebut diambil Trump hanya sepekan, setelah dia kembali dari perjalanan resmi keliling Asia untuk menggalang dukungan dalam menghentikan ambisi nuklir Pyongyang. Trump mengatakan, Departemen Keuangan AS akan mengumumkan sanksi baru terhadap Korut menyusul keputusan tersebut.

“Selain mengancam dunia dengan kerusakan nuklir, Korut telah berulang kali mendukung tindakan terorisme Internasional, termasuk pembunuhan di wilayah negara lain,” kata Trump, seperti dilansir Reuters, Selasa 21/11/2017.

“Penunjukan ini akan menjatuhkan sanksi dan hukuman lebih jauh kepada Korut dan orang-orang terkait dan mendukung kampanye tekanan maksimum kami untuk mengisolasi rezim pembunuh itu,”  tambah Trump.

Trump mengatakan, penunjukan Korut sebagai negara sponsor teroris seharusnya sudah dilakukan AS sejak lama. Negara lain yang juga masuk dalam daftar hitam AS tersebut adalah Iran, Sudan dan Suriah.

Namun, langkah itu mendapat kritik dari sejumlah pakar yang merasa Korut belum memenuhi kriteria untuk masuk dalam daftar negara sponsor terorisme. Salah satu kriteria itu adalah adanya bukti bahwa negara tersebut telah berulangkali memberikan dukungan bagi aksi terorisme Internasional, sebuah kriteria yang tidak tampak ditunjukkan oleh Korut.

Tidak kuatnya dasar penunjukan tersebut membuat seorang pejabat intelijen AS khawatir akan kerugian yang mungkin muncul dari langkah ini terhadap Washington. Pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya itu mengatakan, keputusan Trump tersebut akan dapat memicu reaksi lebih keras dari Korut dan justru berdampak negatif terhadap upaya diplomasi yang tengah diusahakan oleh China, sekutu dekat Korut.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment