Pemimpin ISIS Asia Tenggara Tewas, Duterte; Marawi Telah Bebas Dari Teroris

BERITAKITA.CO | Kepastian kabar kematian pemimpin ISIS Asia Tenggara, Isnilon Hapilon dan petinggi militan Maute, yaitu Omarkhayam Maute, membuat Presiden Filipina Rodrigo Duterte luar biasa senang.

Tanpa rencana dan pemberitahuan, Duterte berkunjung ke ibu kota provinsi Lanao del Sur itu, Selasa (17/10/2017). Dihadapan para tentara, dia menyatakan bahwa Marawi telah bebas.

’’Saya menyatakan bahwa Kota Marawi telah dibebaskan dari pengaruh teroris. Itu menjadi tanda dimulainya proses rehabilitasi,’’ ujar Duterte dalam kunjungannya ke Marawi.

Duterte meminta agar tidak perlu ada perayaan apapun dan berjanji tidak akan membiarkan kelompok militan sampai menandon senjata begitu banyak seperti Maute.

Pertempuran selama 148 hari di Marawi memang membuat kota tersebut luluh lantak. Sejak awal konflik pada 23 Mei lalu, militer Filipina (AFP) menggempur kota tersebut dari darat dan udara hampir tanpa henti. Setidaknya 200 ribu bangunan rusak parah.

Duterte meminta maaf kepada penduduk Marawi atas kerusakan itu. Menurut dia, pemerintah tidak memiliki pilihan lain untuk menumpas militan yang berencana menguasai kota tersebut.

Sebab, jika dibiarkan, Filipina akan menjadi basis baru ISIS. Kelompok militan sadis tersebut mencari negara baru untuk dikuasai setelah mereka kalah di Iraq dan Syria.

Saat Duterte mengumumkan pembebasan Marawi, dari kejauhan masih terdengar suara tembakan. Pertempuran memang masih berlangsung di kota dengan mayoritas penduduk muslim itu.

AFP menyatakan, saat ini masih ada sekitar 20–30 militan yang bertahan. Mereka menguasai sekitar 60–80 bangunan dan menyekap 20 tawanan.

Restituto Padilla, juru bicara AFP, menegaskan bahwa anggota Maute yang tersisa tidak mungkin bisa melarikan diri keluar. Begitu juga sebaliknya, tidak ada militan yang bisa masuk ke Marawi untuk membantu mereka.

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment