Terkait Sanksi PBB, Malaysia Hentikan Impor Barang Dari Korut

BERITAKITA.CO | Pemerintah Malaysia diketahui telah menghentikan seluruh impor barang dari Korea Utara (Korut). Hal ini dilakukan sebagai upaya memotong dana yang dapat digunakan untuk mengembangkan program nuklir dan misil Pyongyang.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (14/10/2017), Malaysia sudah tidak lagi membeli barang dari negara tersebut sejak Juni dan Juli 2017. Berdasarkan data dari Departemen Statistik, transaksi pembelian barang terakhir dari Korut oleh Pemerintah Malaysia adalah senilai 20,6 juta ringgit atau sekitar Rp 65,8 miliar.

Hubungan Malaysia dengan Korut sendiri telah memburuk sejak pembunuhan saudara laki-laki Kim Jong-un, yakni Kim Jong-nam, yang terjadi di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada Februari 2017. Padahal, jauh sebelum kasus itu, Malaysia berteman dekat dengan Korut.

Sebelumnya, Kuala Lumpur juga telah mengeluarkan keputusan terkait hubungannya dengan Korut. Mereka melarang warganya melakukan perjalanan ke korut. Keputusan ini diumumkan dua pekan setelah Perdana Menteri (PM) Najib Razak bertemu Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, di Gedung Putih. Malaysia sepakat mendukung langkah dunia untuk menekan Korut, agar berhenti melakukan pengujian nuklir.

“Malaysia tidak melakukan bisnis dengan Korea Utara lagi, dan kami merasa itu sangat penting,” ujar Trump kepada wartawan setelah melakukan pertemuan dengan PM Najib di Gedung Putih.

Keputusan ini tentu sangat merugikan Korut. Pasalnya, Malaysia sendiri diketahui menjadi sumber pendapatan utama bagi Pyongyang. Mereka bahkan membuat kesepakatan untuk membebaskan visa perjalanan bagi warga dari kedua negara tersebut. Malaysia juga menjadi tuan rumah bagi ratusan pekerja asing Korut.

Dengan berhenti membeli barang dari Korut, Pemerintah Malaysia telah turut mendukung sanksi yang diberikan Dewan Keamanan (DK) Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) kepada rezim Kim Jong-un. Hukuman itu melarang Pyongyang mengimpor seluruh gas alam cair dan kondensat. Tak hanya itu, sejak 11 September, PBB juga melarang Korut menjual produk tekstil dan membatasi impor minyak mereka.

Pada bulan lalu, PBB menambah hukuman untuk Korut. Mereka menghukum perusahaan dan individu yang melakukan bisnis dengan Pyongyang. Mereka berjanji akan membekukan aset kedua perusahaan jika terbukti tetap saling berhubungan.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment