Di Persidangan Terungkap, Sebab Kematian Kakak Pimpinan Tertinggi Korut

BERITAKITA.CO | Jaksa mengatakan tindakan Siti Aisyah (25) dan Doan Thi Huong (28) mengusap atau menyapukan cairan beracun VX ke Kim Chol atau Kim Jong-Nam, kakak pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un di area Keberangkatan di Bandara Kuala Lumpur (KLIA 2) pada Februari lalu telah menyebabkan korban meninggal dunia.

Saat membacakan dakwaan dalam sidang di Mahkamah Tinggi Malaya, Shah Alam Selangor Darul Ehsan, Senin 02 Oktober 2017. Jaksa Penuntut Umum Pengadilan Negeri Selangor Muhamad Iskandar Ahmad mengatakan, Jaksa akan menghadirkan pakar untuk membuktikan bahwa racun VX telah menyebabkan Kim Jong-Nam mati dan bahwa peluang untuk menyelamatkannya dari efek racun itu tipis.

“Mahkamah akan membuktikan Siti Aisyah dan Doan Thi Huong telah menghampiri Kim Jong-Nam di balai keberangkatan KLIA2 dan terus mengusap cairan beracun VX ke muka dan mata korban,” katanya saat membacakan dakwaan dihadapan Hakim Datuk Azmi Ariffin.

Dia mengatakan, keterangan-keterangan saksi menunjukkan setelah Siti Aisyah dan Doan Thi Huong mengusap sesuatu ke muka dan mata korban, yang kemudian pergi ke pegawai Counter Pelayanan Penumpang untuk mengadu. Petugas lantas membawa korban kepada seorang anggota Polisi, sebelum membawanya ke klinik di KLIA 2.

“Korban kemudian meninggal dunia dalam perjalanan ke Rumah Sakit Putrajaya untuk mendapatkan perawatan,” katanya.

Ia menambahkan, mayat korban kemudian dibawa kebagian Forensik Hospital Kuala Lumpur untuk diselidiki dan pakar patologi menyatakan, penyebab kematian korban adalah Acute VX Poisoning.

Dijelaskannya, bahwa keadaan korban adalah biasa sebelum muka dan matanya diusap dengan cairan racun VX tersebut.

Dia juga mengatakan, pembuktian pendakwaan akan bergantung kepada keterangan langsung, keterangan pakar, keterangan ilmiah, keterangan dokumenter dan beberapa keterangan lain disamping mengaitkan beberapa barang bukti untuk membuktikan bahwa Siti Aisyah dan Don Thi Huong bersama empat orang lagi yang masih bebas telah membunuh korban.

Pada sidang 28 Juli 2017, Hakim Datuk Azmi Ariffin menetapkan perbicaraan akan berlangsung selama 23 hari mulai, Senin 02/10/2017.

Jaksa Muhamad Iskandar Ahmad mengatakan, Jaksa akan memanggil 30 hingga 40 saksi termasuk 10 saksi pakar guna memberi keterangan sepanjang persidangan.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment