Krisis Rohingya Berkonsekuensi Luas untuk Indonesia dan Malaysia

BERITAKITA.CO | Seorang analis kebijakan internasional dari Thailand mengatakan, bahwa hanya negara-negara tetangga Myanmar yang bisa mengatasi krisis di Rakhine, di mana hampir 300.000 Muslim Rohingya terpaksa melarikan diri akibat krisis yang terus berlanjut.

Thitinan Pongsudhirak, seorang profesor dan direktur Institute of Security and International Studies di Universitas Chulalongkorn di Bangkok, mengatakan kepada salah satu kantor berita Turki, Anadolu Agency, bahwa negara-negara Asia Tenggara perlu berkumpul untuk mengakhiri kekerasan sektarian di Rakhine.

“Campuran etnis dan agama Rakhine yang mudah terbakar hanya bisa menemukan solusi jangka panjang dengan akomodasi regional di antara Bangladesh, Myanmar, Thailand, Malaysia, dan Indonesia,” katanya melalui e-mail.

Pongsudhirak menyarankan agar Rohingya diberi kesempatan bekerja di negara lain untuk memberi mereka alternatif kehidupan di kamp-kamp pengungsian di perbatasan Bangladesh.

Dia mengkritik sikap diam dari Penasihat Negara dan juga  Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Su Kyi.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai etnis yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang semakin meningkat pasca serangan terhadap pos-pos pemeriksaan di negara bagian Rakhine yang dilakukan oleh kelompok pejuang pembebasab Rohingya (ARSA).

Pongsudhirak mengatakan bahwa krisis kemanusiaan “sedang berlangsung, dengan konsekuensi luas untuk negara-negara berpenduduk Muslim terdekat, khususnya Malaysia dan Indonesia serta kawasan sekitarnya.”

Dia menyerukan pendekatan “inklusif” terhadap krisis dan pendekatan “datar” terhadap ketegangan antara komunitas Muslim dan Budha Rakhine.

“Myanmar harus mempelajari proses dasar yang diterima oleh negara lain, seperti bagaimana komite parlemen bekerja dan bagaimana undang-undang tersebut dilakukan,” katanya.

Sekitar 700.000 warga Rohingya dari melarikan diri dari Rakhine, sekarang tinggal di kamp-kamp pengungsi tepat di perbatasan Bangladesh.

Menurut Menteri Luar Negeri Bangladesh Abul Hasan Mahmood Ali, sekitar 3.000 orang Rohingya telah terbunuh di Rakhine dalam serangan terakhir.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment