Petisi Cabut Nobel Aung San Suu Kyi Ditandatangani Lebih 350 Ribu Orang

Aung San Suu Kyi Saat Meraih Nobel Tahun 1991 [Foto: REUTERS/Daniel Sannum Lauten/Pool]

BERITAKITA.CO | Sebuah petisi yang berisi desakan agar komite Nobel perdamaian menarik penghargaan dari tangan pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi semakin menguat setelah ditandatangani lebih dari 350 ribu orang di seluruh dunia.

Petisi yang diunggah di situs www.change.org itu diciptakan Emerson Yuntho dari Indonesia.

“Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyu praktis tidak berbuat apapun untuk menyetop kejahatan kemanusiaan di negaranya,” demikian bunyi petisi tersebut.

Hanya saja, sebelumnya panitia Nobel telah menegaskan bahwa mereka tidak akan pernah mencabut kembali penghargaan.

Sepanjang sejarah, komite Nobel yang seluruh anggotanya dipilih parlemen Norwegia itu memang belum pernah menarik kembali penghargaan, meski beberapa pemenang menuai kontroversi.

Dalam wawancara kepada AFP, ketua komite Nobel Olav Njolstad mengatakan bahwa komite hanya memperhitungkan perjuangan atau karya-karya pemenang sebelum penghargaan diberikan.

Hal ini yang membuat mereka tidak pernah menarik kembali Nobel, meski di kemudian hari pemenang hadiah tersebut bertindak kontroversial.

Suu Kyi diberi Nobel pada tahun 1991 ketika ia masih menjadi tahan rumah junta militer Myanmar. Ia baru dibebaskan pada 2010 dan kemudian memimpin partainya untuk memenangi pemilihan umum pertama setelah kemerdekaan.

Namun dalam satu pekan terakhir ini, kepemimpinannya menuai kritik setelah terjadi bentrokan antara militer dengan etnis Rohingnya.

Suu Kyi mengklaim bahwa ada kesalahpahaman besar soal krisis di negara bagian Rakhine, Myanmar, dan menyebut orang-orang yang mengkritiknya “mempromosikan kepentingan para teroris.”

Silahkan klik tautan www.change.org jika ingin berpartisipasi dalam petisi tersebut.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment