Netizen Myanmar Marah Atas Kicauan Peraih Nobel Perdamainan

Malala Yousafzai, Aktivis Pakistan Peraih Nobel Perdamaian. [Foto: The Express Tribune]

BERITAKITA.CO | Netizen Myanmar mengecam kritikan dari aktivis pendidikan dan HAM Pakistan serta peraih Nobel Perdamaian Malala Yousafzai terhadap pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi yang enggan mengutuk perlakuan terhadap minoritas muslim Rohingnya, seperti dilansir oleh media Myanmar, Irrawaddy.com Kamis (7/9).

Sebelumnya, Malala menulis di akun twitternya, “Beberapa tahun lamanya, saya berulang kali mengutuk tragedi dan perlakuan memalukan ini. Saya masih menantikan rekan saya sesama peraih Nobel Aung San Suu Kyi untuk berbuat yang sama (mengutuk perlakuan terhadap Rohingya).”

Malala menyerukan pengakhiran kekerasan terhadap Rohingya dan mengimbau negara-negara seperti Bangladesh untuk memberi makan, penampungan dan pendidikan untuk pengungsi Rohingya.

Kritikan Malala ini, mendapatkan reaksi balik dari netizen dan warga Myanmar yang mempertanyakan mengapa Malala juga tidak mengutuk militan Tentara Pembebasan Rohingya Arakan (ARSA) yang melancarkan serangan terkoordinasi ke 30 pos pemeriksaan pada 25 Agustus yang menewaskan 13 anggota pasukan keamanan Myanmar.

Seorang pakar hukum setempat U Khin Maung Myint menyayangkan sikap Malala yang tidak sekalian mengutuk serangan militan ARSA.

“Ini bukan soal diskriminasi ras dan agama, ini soal serangan teroris terhadap warga sipil termasuk orang Arakan, Hindu, Muslim, dan yang lainnya. Itu yang penting dan dia melewatkan hal itu,” kata dia kepada Irrawaddy.com.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment