Aung San Suu Kyi : Tentara Pembebasan Arakan Rohingya (ARSA) Adalah Teroris

Pemimpin De Facto Myanmar, Aung San Suu Kyi. [Foto: Reuters]

BERITAKITA.CO | Kecaman dan tekanan yang datang dari berbagai belahan dunia yang ditujukan kepada pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, terkait krisis Rohingya, membuat dirinya buka suara.

Dalam pernyataan resminya, Aung San Suu Kyi menyebutkan banyak informasi yang salah mengenai konflik yang terjadi di negaranya.

“Banyak informasi salah yang beredar. Informasi tersebut disebar untuk mendukung kegiatan teroris,” ujarnya seperti dilansir Reuters, Rabu (6/9).

“Kami sangat paham bagaimana rasanya ketika hak asasi dan perlindungan demokrasi dirampas. Jadi, kami memastikan semua orang di negara kami terlindugi haknya. Tak hanya secara politik, tapi juga sosial dan kemanusiaan,” ucap Suu Kyi.

Teroris yang dimaksud Suu Kyi adalah kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Arakan Rohingya (ARSA). Kelompok inilah yang menyerang sejumlah pos polisi dan satu pangkalan militer di Rakhine pada 25 Agustus 2017 lalu, dan memicu bentrokan antara militer Myanmar dan warga Rohingya.

Diperkirakan 400 orang tewas, dan 125.000 warga Rohingya melarikan diri ke Bangladesh akibat bentrokan tersebut.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment