Mayat Muslim Rohingya Dibakar Untuk Hilangkan Bukti Pembantaian

BERITAKITA.CO | Tentara Angkatan Darat Myanmar dan warga sipil lainnya berusaha menyembunyikan bukti pembantaian yang dilakukan di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, terhadap populasi Muslim Rohingya dengan mengumpulkan mayat orang mati dan membakar mereka. Demikian menurut laporan sebuah kelompok advokat yang berbasis di Thailand.

Chris Lewa, direktur “The Arakan Project” yang berbasis di Thailand, yang memantau kekerasan di Negara Bagian Rakhine, mengatakan bahwa organisasi tersebut telah mendokumentasikan setidaknya 130 kematian di kalangan Muslim Rohingya di kota Rathedaung, seperti dilansir oleh media Turki, Yeni Safak.

Ada laporan dari tiga desa lain di wilayah yang sama di mana “puluhan” orang telah dibantai, menurut Lewa.

“Pasukan keamanan mengepung kota dan secara acak menembaki penduduk sipil. Dibandingkan dengan peristiwa Oktober lalu, sejumlah besar umat Buddha kali ini mendukung tentara negara tersebut dalam kampanyenya di Negara Bagian Rakhine. “

Dalam sebuah wawancara dengan BBC, Lewa menyatakan bahwa dia menyaksikan insiden kekerasan negara terhadap Muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine, mencatat bahwa di kota Rathedaung saja, setidaknya 130 Muslim Rohingya terbunuh.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, menuduh tentara Myanmar melakukan genosida terhadap minoritas Muslim Rohingya.

Menurut badan pengungsi PBB (UNHCR), sekitar 125.000 orang telah melintasi perairan berlumpur Sungai Naf ke Bangladesh sejak kekerasan meningkat pada tanggal 25 Agustus, membuat kamp-kamp pengungsi dipenuhi dengan pengungsi Rohingya.

Pemerintahan Myanmar dilaporkan juga telah memblokir bantuan untuk para pengungsi Muslim Rohingya yang kehilangan tempat tinggal.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment