Pemimpin Kelompok Abu Sayyaf Ditangkap di Malaysia

Kelompok Abu Sayyaf yang Berbasis di Selatan Filipina. [Foto: KBK]

BERITAKITA.CO | Salah seorang tersangka pemimpin kelompok Abu Sayyaf dan tujuh militan lainnya ditangkap di Malaysia, kata sebuah sumber militer Filipina pada hari Minggu (3/9).

Kolonel Edgard Arevalo, kepala kantor urusan pemerintah Angkatan Bersenjata Filipina, mengatakan Abu Asrie, yang nama aslinya adalah Hajar Abdul Mubin, ditangkap dalam sebuah operasi oleh Polisi Kerajaan Malaysia di Cheras, salah satu pinggiran kota terbesar di Kuala Lumpur.

Arevalo menambahkan seorang militan Filipina lainnya yang dicurigai, diidentifikasi sebagai Abraham Ebong, dan enam orang Malaysia keturunan Filipina dari Sabah juga ditangkap.

Arevalo juga mengatakan bahwa penangkapan individu-individu ini merupakan perkembangan signifikan dalam kerja sama keamanan pemerintah Filipina dengan Malaysia dan negara-negara tetangga lainnya di Asia, seperti dilaporkan oleh media online lokal Manila, Rappler.com

Menurut laporan media Malaysia, Abu Asrie diyakini sebagai anggota Geng Lucky 9, sebuah kelompok penculikan untuk mendapatkan tebusan yang berbasis di Jolo dan memiliki kaitan dengan kelompok teror Abu Sayyaf yang berbasis di hutan Jolo dan kepulauan Basilan di Filipina selatan.

Geng Lucky 9 terlibat dalam kegiatan penculikan-untuk-tebusan di Sulu dan diketahui meminta uang tebusan sebesar 10.000 peso Filipina.

Pihak berwenang mengatakan beberapa tersangka adalah petugas keamanan dan bahkan anggota dari Kantor Pertahanan Sipil di Malaysia, seperti dilaporkan oleh Star.

Mereka mengenal Abu Asrie sebagai tangan kanan letnan utama Furuji Indama, pemimpin faksi Abu Sayyaf yang berbasis di Basilan.

Pada tanggal 21 Agustus lalu, kelompok Indama menyerang sebuah desa di kota Maluso di provinsi selatan Basilan, menyebabkan sembilan warga sipil tewas dan beberapa lainnya luka-luka.

Abu Asrie memasuki Malaysia pada tahun 2015 setelah bertemu dengan teroris kelompok ISIS Malaysia Dr. Mahmud Ahmad, Mohd Najob Hussein dan Muhammad Joraimee di Basilan.

Anggota kelompok ini memiliki hubungan dengan Abu Sayyaf selama dalam pelarian di Jolo setelah pasukan keamanan Filipina mengejarnya.

Dr Mahmud bersama pemimpin Abu Sayyaf lainnya, berada bersama kelompok Maute saat menyerang Kota Marawi di Mindanao beberapa waktu lalu.

Para tersangka yang ditangkap ini akan menghadapi tuntutan di Malaysia.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment