Korea Utara Disinyalir Uji Coba Bom Nuklir

BERITAKITA.CO | Getaran seismik berkekuatan 6,3 skala Richter yang diduga berasal dari uji coba nuklir ke-6 mengguncang Korea Utara. Guncangan itu terjadi hanya beberapa jam setelah Pyongyang mengklaim keberhasilan mereka mengembangkan bom hidrogen canggih dengan kekuatan destruktif yang hebat.

“Kekuatannya 10 atau 20 kali atau bahkan lebih banyak dari yang sebelumnya. Skala itu sampai pada tingkat di mana ada yang bisa mengatakan tes bom hidrogen,” terang Kune Y Suh, seorang profesor teknik nuklir di Seoul National University.

Pejabat Amerika Serikat yang mempelajari militer dan politik Korea Utara mengatakan bahwa data seismik tentang getaran sedang dianalisis.

Baca Juga : Korea Utara Berhasil Kembangkan Bom Hidrogen

Pejabat itu mengatakan, terlalu dini untuk menentukan apakah guncangan tersebut hasil tes, mendukung klaim Korea Utara yang telah berhasil mengembangkan senjata termonuklir. “Apalagi, yang bisa dipasang di sebuah rudal balistik antarbenua (ICBM) dan masuk kembali ke atmosfir bumi tanpa terbakar,” katanya.

Laporan bom hidrogen oleh kantor berita KCNA Korea Utara muncul di tengah ketegangan regional yang meningkat menyusul dua uji coba Pyongyang terhadap rudal balistik antarbenua (ICBM) pada Juli lalu yang berpotensi menjangkau area sejauh 10.000 km.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sempat menyebut, tengah mengejar perangkat nuklir yang berukuran kecil dan ringan untuk dimuat pada rudal balistik jarak jauh, tanpa memengaruhi jangkauannya dan membuatnya mampu bertahan masuk kembali ke atmosfer bumi.

Saksi di kota Yanji di China, di perbatasan dengan Korea Utara mengatakan, mereka merasakan getaran yang berlangsung sekitar 10 detik, diikuti oleh gempa susulan. China menjelaskan telah mendeteksi gempa berkekuatan 4,6 skala Richter dengan koordinat yang hampir sama delapan menit setelahnya.

“Saya sedang makan siang di perbatasan di Yanji, saat kami merasakan seluruh bangunan bergoyang. Itu berlangsung sekitar lima detik. Sirene serangan udara kota mulai berbunyi,” kata Michael Spavor, Direktur Pertukaran Budaya Paektu, seperti dilansir oleh CNN.

Militer Korea Selatan menduga gempa pertama tampaknya buatan manusia. Senada dengan itu, Jepang juga menyimpulkan bahwa guncangan tersebut bukan lah gempa, melainkan uji coba nuklir.

“Misi Korea Utara cukup jelas ketika sampai pada tes atom terbaru ini, untuk mengembangkan persenjataan nuklir yang bisa menyerang seluruh wilayah Asia dan tanah air AS,” Harry Kazianis, Direktur Studi Pertahanan di Pusat Konservatif Kepentingan Nasional di Washington.

“Tes ini hanya satu langkah menuju tujuan seperti itu. Tak satu pun dari kita harus terkejut dengan tindakan Pyongyang yang terbaru,” imbuhnya.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment