Korea Utara Berhasil Kembangkan Bom Hidrogen

BERITAKITA.CO | Kantor berita resmi pemerintah Korea Utara KCNA menyatakan bahwa Pyongyang telah berhasil mengembangkan bom hidrogen yang memiliki daya rusak luar biasa. Pengembangan bom tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di semenanjung Korea terkait uji coba rudal balistik yang dilakukan oleh Korea Utara.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang berbicara lewat telepon, membahas tentang peningkatan eskalasi krisis nuklir yang terjadi di kawasan tersebut.

Di bawah pemimpin generasi ketiga Kim Jong-un, Korea Utara berusaha membuat perangkat nuklir kecil dan ringan yang sesuai untuk rudal balistik berjangkauan jauh yang bisa bertahan setelah kembali memasuki atmosfer Bumi.

Korea Utara, yang menjalankan program nuklir dan rudalnya untuk menentang resolusi dan sanksi-sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), “baru-bari ini berhasil” membuat bom hidrogen yang lebih maju menurut warta KCNA.

“Bom-H, yang kekuatan ledakannya bisa disetel dari puluhan kiloton hingga ratusan kiloton, merupakan senjata termonuklir multi-fungsi dengan kekuatan merusak luar biasa yang bisa diledakkan bahkan pada ketinggian tinggi untuk serangan EMP (Electromagnetic Pulse) super kuat menurut untuk tujuan-tujuan strategis,” kata KCNA, seperti dilansir oleh Reuters.

“Seluruh komponen bom-H dibuat di dalam negeri dan seluruh prosesnya dilakukan berdasar Juche, yang dengan demikian memampukan negara menghasilkan senjata nuklir kuat sebanyak yang diinginkan,” demikian pernyataan Kim yang dikutip KCNA.

Juche adalah ideologi kemandirian Korea Utara yang  merupakan gabungan dari Marxisme dan nasionalisme ekstrem yang diajarkan oleh pendiri negara Kim Il Sung, kakek pemimpin negeri Korea Utara yang sekarang.

Korea Utara selama ini selalu menyatakan bahwa program-program senjata mereka dibutuhkan untuk melawan agresi Amerika Serikat.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment