Perselisihan Internal Akan Lemahkan KPK

BERITAKITA.CO | Perselisihan internal antara Direktur Penyidikan KPK Aris Budiman dengan bawahannya, Novel Baswedan semakin tajam. Babak baru perseteruan dimulai dengan adanya pelaporan ke Polda Metro, Kamis (31/8) setelah Aris merasa nama baiknya dicemarkan oleh Novel. Aris merasa tersinggung setelah Novel mengirim sebuah email kepadanya.

Perselisihan itu disebabkan karena Novel yang tidak sepakat kalau Aris mengangkat polisi tanpa proses rekrutmen. Novel juga tidak sepakat kalau ada penyidik baru yang diminta ke Polri berpangkat AKP sampai Kompol. Menurut dia, cukup sebatas AKP saja.

Dalam tanya jawab dengan Pansus Angket KPK beberapa waktu lalu, Aris mengatakan bahwa kondisi tersebut telah dilaporkan kepada pimpinan KPK, namun tidak ada respon.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti‎ mengatakan, masalah seperti itu sejatinya tidak perlu diumbar ke publik. Apalagi kata Ray, tidak ada yang menyalahi ketentuan ataupun perundang-undangan.

“Itu kan sejatinya masalah internal KPK, jangan diumbar ke publik dong, masa yang begitu-begitu dibuka ke publik,” ujar Ray, Sabtu (2/9)

Menurut Ray, bukan hanya KPK. Di semua lembaga diyakininya banyak konflik internal. Namun itu bisa diatasi dengan adanya kedewasaan dari orang yang berkonflik. Bahkan di tingkat partai seringkali ada konflik tapi itu semua bisa diatasi.

“Bahkan di tingkat RT dan RW juga ada konflik, karena itu hal normal dan biasa saja,” katanya.

Ditambahkan Ray, dirinya juga binggung kenapa masalah tersebut juga diumbar ke dalam Pansus Angket DPR, yang menghadirkan Aris Budiman. Bahkan DPR juga kelihatan tertarik adanya konflik Aris dengan Novel Baswedan.

“Ini kelihatan dijadikan objek dari angket jadi semakin kelihatan ada ketidaksolidan di dalam,” katanya, seperti dilansir oleh jawapos.

Oleh sebab itu dibutuhkan kedewasaan bagi dua penyidik tersebut dalam menyelesaikan masalah. Pasalnya, konflik seperti itu pasti tidak bisa dihilangkan di dalam tubuh lembaga antirasuah seperti itu. Tantangan seperti itu juga harus bisa diatasi oleh para pimpinan KPK. Karena masih ada kerja-kerja yang lebih penting.

‎”Nah di situ di uji loyalitas, kedewasaan, kepemimpinan. Jadi memang tidak etis diangkat jadi level nasional,” pungkasnya. Jika konflik terus dipelihara, maka yang rugi adalah KPK dan Polri. Rusak oleh ketidakdewasaan para personilnya.

Secara terpisah, pengamat Hukum Pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar mengatakan, upaya Aris mempolisikan Novel itu bagian dari upaya melemahkan KPK.

Namun dia percaya, komisi antirasuah biasa menghadapi persoalan pelemahan seperti yang dilakukan Dirdiknnya itu. “Bahkan, ini pelemahan dilakukan oleh orang dalam. Tidak akan berpengaruh apa-apa terhadap kinerja KPK,” tegasnya.

Kedatangan Dirdik ke Pansus Angket KPK tanpa persetujuan pimpinannya dengan membuka masalah internal, menurut Abdul, dalam militer bisa dikatakan disersi. Hukumannya, pasti akan dikeluarkan dari kemiliteran. “Begitu juga seharusnya terhadap peristiwa ini (dipecat),” tegas dia

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment