Yusril : Mendagri Lakukan Propaganda di Ruang Sidang MK

BERITAKITA. CO | Dalam sidang gugutan Perppu Ormas yang digelar di Mahkamah Konstitusi (MK), Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memutar sebuah video terkait muktamar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Rabu (30/8).

Pemutaran video tersebut dilakukan setelah mendapatkan izin dari ketua majelis hakim konstitusi yang juga Ketua MK, Arief Hidayat.

Dalam video berdurasi sekitar 2 menit tersebut, terlihat kader HTI memenuhi Stadion Gelora Bung Karno, lokasi diadakannya muktamar. Video itu berisi orasi dari HTI agar kadernya meninggalkan sistem pemerintahan selain yang diatur oleh Islam. Orasi tersebut disambut pekikan takbir oleh para kader.

“Tinggalkan seluruh hukum dan sistem jahiliah dan tegakkan syariat Islam saja. Kedua, ubah kekuasaan yang sekarang ini berada di tangan pemilik modal menjadi di tangan kita, di tangan umat. Arahan perubahan ketiga, hancurkan sekat-sekat nasionalisme yang memecah belah kita semua,” demikian bunyi orasi yang ditayangkan oleh Tjahjo di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Pada akhir persidangan, kuasa hukum mantan jubir HTI Ismail Yusanto, Yusril Ihza Mahendra menentang dan mempertanyakan motif dan relevansi dari video yang diputar Tjahjo.

“Saudara Mendagri, apa motif dan relevansi Anda menayangkan muktamar HTI di sidang ini. Kita tahu ini sidang pengujian UU, bukan sidang pidana. Kalau mau mengajukan bukti, ada tempatnya nanti. Tapi kenapa harus menayangkan sebelum sidang,” tanya Yusril kepada Tjahjo.

Yusril menuduh Tjahjo ingin melakukan propaganda di ruang sidang. Dia juga mempertanyakan alasan Arief mengizinkan video tersebut ditayangkan.

“Apa mau propaganda sesuatu yang tidak disenangi pemerintah atau apa. Kedua, kenapa majelis mengizinkan ditayangkan video itu di sidang,” tutur Yusril.

Arief pun memberikan pembelaan mengapa majelis memberi izin video muktamar HTI yang disodorkan Tjahjo diputar di sidang. Menurut Arief, video tersebut sebagai bagian dari keterangan pemerintah.

“Mahkamah menilai itu bagian keterangan yang akan disampaikan pemerintah,” kata Arief.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment