Erdogan : Lawan Tindakan Barbar Militer Myanmar

Presiden Erdogan.

BERITAKITA.CO | Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang berbicara dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada hari Rabu (30/8), mengatakan bahwa untuk menghentikan krisis di Myanmar, PBB harus melakukan intervensi dan masyarakat internasional harus mengambil tindakan.

Erdogan mendesak masyarakat internasional untuk melawan tindakan barbar yang dilakukan militer Myanmar terhadap muslim Rohingya.

Lebih dari 18.000 Muslim Rohingya, telah menjadi korban kekerasan di Myanmar, setidaknya dalam lima tahun terakhir. Ribuan Muslim Rohingya sat ini terjebak di perbatasan Bangladesh untuk menghidari kekerasan yang terjadi di sana.

PBB telah menekan Myanmar untuk melindungi kehidupan warga sipil tanpa diskriminasi dan meminta Bangladesh untuk mengakui warga Rohingya sebagai pengungsi yang melarikan diri dari serangan balasan militer Myanmar.

Rohingya ditolak kewarganegaraannya di Myanmar dan dianggap sebagai imigran ilegal, meskipun mereka mengklaim telah hidup mengakar di sana selama berabad-abad lalu.

Sementara itu, pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu berbicara dengan mitranya sesama muslim yaitu Menteri Luar Negeri Qatar, Indonesia dan Malaysia terkait kekerasan yang sedang berlangsung di negara bagian Rakhine, Myanmar.

Sumber diplomatik Turki, yang tidak mau disebutkan namanya karena pembatasan berbicara dengan media, mengatakan Cavusoglu mengadakan percakapan telepon terpisah dengan Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman al-Thani, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman dalam sambungan telepon terpisah.

Menteri Luar Negeri Indonesia mengatakan dalam sebuah konferensi pers hari Rabu bahwa Indonesia dan Turki telah sepakat untuk terlibat secara konstruktif terkait penggunaan kekerasan oleh militer Myanmar di negara bagian Rakhine.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment