Anggota Jaringan Narkoba Aceh Tewas Ditembak Resnarkoba Polda Metro Jaya

BERITAKITA.CO | Salah satu anggota jaringan narkoba Aceh yang mencoba menyelundupkan ganja seberat 225 kg, ditembak mati oleh Direktorat Narkotika Polda Metro Jaya.

Pelaku berinisial HSB yang ditembak mati polisi, saat ini jenazahnya berada di RS Polri Kramatjari, Jakarta Timur.

Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, Kombespol Suwondo Nainggolan mengatakan, pengungkapan yang dilakukan pihaknya berkat laporan masyarakat. Kala itu, diketahui akan adanya penyelundupan ganja yang akan masuk Jakarta. “Dari laporan itu, tim bergerak dengan melakukan pengintaian akan masuknya truk pembawa ganja,” katanya di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (30/8).

Dikatakan Suwondo, dalam upaya penyelundupan itu, pelaku menyembunyikan ganja di enam karung. Untuk mengelabui petugas pelaku ganja itu ditumpukan dengan barang logistik lainnya seperti sandal jepit. “Modusnya cukup baru, karena aroma sendal jepit sendiri terbilang cukup menyengat sehingga menyulitkan untuk dilacak,” ujar Suwondo.

Ketika diperiksa, kata Suwondo, SN yang merupakan sopir truk pembawa ganja menjelaskan kalau barang haram tersebut dikirim dari Medan. Ganja yang dikemas menjadi 220 bungkus rencananya dibawa masuk ke Jakarta. “Pemesannya itu HSB yang telah menunggu di Jalan Inspeksi Kirana, Cilincing, Jakarta Utara,” ungkap Suwondo.

Control Delivery pun dilakukan petugas untuk meringkus HSB yang telah menunggu barang haram tersebut. Truk kontainer tersebut diparkir di garasi Save Logistik Internasional (SLI) yang akhirnya dapat menggiring si pemesan masuk dalam perangkap. “Penggerebekan kembali dilakukan. HSB tidak berkutik saat dilakukan penangkapan,” tambahnya.

Dalam penangkapan tersebut, kata Suwondo, pihaknya meminta ke HSB memberitahukan pelaku lainnya. Pada Rabu (30/8) dinihari, petugas menuju kawasan Cengkareng untuk meringkus pelaku lain Budi (DPO). “Namun ketika di perjalanan HSB melakukan perlawanan dan melarikan diri dengan melakukan pemberontakan dan mencoba mengambil senjata api petugas,” paparnya.

Sikap yang dilakukan HSB, kata Suwondo, memaksa pihaknya bertindak tegas dengan menembak pelaku. Timah panas itu menebus tubuh pelaku dan dengan seketika pelaku jatuh terkapar. “Tembakan membuat HSB mengalami pendarahan besar. Akibatnya sekitar pukul 04.00 pelaku tewas saat diperjalanan menuju RS Polri Kramatjati,” paparnya.

Suwondo menjelaskan barang haram tersebut berasal dari Aceh. Di mana mereka merupakan jaringan Aceh, Medan, dan Riau, yang akan diedarkan ke Jakarta dan Bogor. Jaringan itu sendiri dikendalikan di dalam LP, yang saat ini identitasnya sudah diketahui. “Kami juga masih memburu pelaku-pelaku lain yang identitasnya sudah diketahui dan masih dalam pengejaran,” pungkasnya.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment