Saatnya Wenger Hengkang dari Arsenal

BERITAKITA.CO | Baru menjalani tiga laga di Liga Premier Inggris, manajer Arsenal, Arsene Wenger mendapatkan bayak serangan dan kritikan dari para fans The Gunners. Performa The Gunners memang sangat buruk awal musim ini dan untuk pertama kalinya di era manajerial Wenger, mereka gagal lolos ke Liga Champions.

Wenger yang awalnya sempat diisukan akan ditendang, malah mendapatkan kontrak baru selama dua tahun dari manajemen Arsenal. Wenger seakan tak memikirkan serangan dan kritikan dari luar dan terus berdalih akan memberikan yang terbaik untuk tim.

Menjadi manajer terlama sepanjang sejarah Premier League yang memimpin sebuah klub selama 21 tahun, banyak yang menganggap ini waktunya bagi Arsenal mencoba peruntungan baru di bawah manajer anyar.

Tapi, Wenger tetap di sana. Sead Kolasinac dan Alexandre Lacazette didatangkan dan membuat fans Arsenal mulai kembali percaya. Tapi, tag #WengerOut akhirnya muncul kembali setelah Premier League berjalan tiga laga.

Mereka menang susah payah menghadapi Leicester City di laga perdana dengan skor 4-3, kemudian kalah mengejutkan 0-1 dari Stoke City, dan terakhir dibantai Liverpool 0-4 di Anfield. Tak ayal, Wenger kembali menjadi bulan-bulanan.

Banyak yang mempertanyakan skema serangan 3-4-2-1 Wenger yang tak berjalan baik. Memainkan full-back dengan peran bek tengah jelas bukan pilihan sempurna. Memilih Danny Welbeck dan mencadangkan Lacazette dan Olivier Giroud adalah sebuah pilihan aneh untuk manajer sekaliber Wenger. Ada apa dengan dia?

Tak banyak yang bisa dilakukan Wenger. Dia hanya selalu meminta maaf pada tiap wawancara setelah mengalami kekalahan. Seakan tak punya ide untuk melakukan sesuatu agar Arsenal bisa bersaing.

Presenter ternama Inggris yang merupakan fans sejati Arsenal, Piers Morgan, membuat kritikan sangat pedas untuk Wenger setelah Arsenal kalah 0-1 dari Stoke City.

“Anda hanya harus pergi, Wenger. Anda menyedihkan, lelah, dan hanya sosok tua yang menghancurkan Arsenal dan warisan diri sendiri. Ini adalah performa terburuk Arsenal yang pernah saya lihat,” pungkas dia pada akun twitternya.

Pada akhirnya, yang bisa menyelesaikan ini hanya Wenger sendiri. Manajemen Arsenal sepertinya tak terlalu mampu melakukan tindakan mengetahui betapa seniornya Wenger.

Kesadaran Wenger sangat dibutuhkan. Dia harus mengerti bahwa masanya di Arsenal telah habis. Dia sudah merasakan manisnya bersama Arsenal pada era Invincibles pada 2003-2004 dan membawa tim ini tak terkalahkan selama satu musim dan juara.

Tapi, kali ini dia tak mampu beradaptasi secara baik dengan pola sistem dan taktik sepak bola modern. Pemilihan pemainnya juga kadang kurang tepat.

Hal terbaik adalah mengundurkan diri saat ini agar warisan dan kesetiaan yang sudah dia buat selama 21 tahun tak rusak secara permanen nantinya.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment