Pemuda Muhammadiyah Desak Pemerintah RI Bersikap Tegas Terkait Rohingya

BERITAKITA.CO | Terkait dengan kekerasan yang kembali dialami oleh etnis Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar, Sekretaris Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman, menuntut pemerintah Indonesia untuk bersikap tegas. Kasman mendesak penyelesaian kasus pelanggaran HAM yang dialami oleh umat Islam tersebut.

“Pemerintah harus tegas. Karena ini jelas pelanggaran kemanusiaan yang sangat luar biasa. Kita tentu tidak sebatas melihatnya dari perspektif agama saja, tetapi lebih kepada aspek kemanusiaan,” ujarnya di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/8).

Kasman juga mengatakan, di belahan dunia mana pun tidak boleh ada yang melakukan tindakan diskriminasi terhadap satu kelompok tertentu. Apalagi, tindakan kesewenang-wenangan tersebut difasilitasi oleh negara.

“Di manapun di dunia ini saya kira tidak boleh ada pihak apalagi difasilitasi oleh negara yang kemudian melakukan diskriminisasi secara berlebihan kepada etnis Rohingya. Karena itu, pemerintah Indonesia  harus memberikan sikap yang tegas,” ucapnya.

Menurut dia, pemerintah Indonesia bisa langsung mengirimkan delegasi ke Rakhine untuk menyelesaikan konflik tersebut, termasuk juga mengirimkan bantuan terhadap etnis Rohingya yang kini mengungsi.

“Kalau perlu ada tindakan-tindakan action, apakah itu dengan mengirimkan delegasi termasuk bantuan-bantuan kemanusiaan. Kurban juga sangat memungkinkan,” katanya.

Namun, tambah dia, dalam memberikan bantuan daging kurban tentu perlu mempertimbangkan efisiensi dan efektifitasnya, sehingga pihaknya mendorong agar lembaga filantropi seperti Dompet Dhuafa (DD), Baznas, atau pun PKPU untuk mengemas daging kurban dengan baik untuk dikirimkan ke etnis Rohingya.

“Kita mengimbau kepada lembaga-lembaga filantropi, seperti DD, PKPU, Baznas. Jika memungkinkan itu bisa dilakukan. Misalnya bisa mengemas daging hewan kurban menjadi apa yag kemudian bisa dikirim ke Rohingya,” pungkas Kasman.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment