Presiden Filipina : “Bunuh Para Penjahat Narkotika Jika Melawan”

BERITAKITA.CO | Presiden Filipina Rodrigo Duterte berkata kepada polisi hari ini, Senin (28/8) bahwa mereka dibolehkan membunuh “para idiot” yang melawan saat ditangkap. Padahal beberapa hari sebelumnya telah terjadi demonstrasi dari ratusan orang di kota Manila pada saat pemakaman seorang remaja siswa sekolah yang tewas dibunuh polisi akibat perang melawan narkotika yang dilancarkan Duterte.

“Tugas Anda memungkinkan Anda menghadapi perlawanan dari orang yang hendak Anda tangkap…jika dia melawan dan perlawanan ini disertai kekerasan, maka Anda bebas mematikan idiot-idiot ini, itulah perintah saya kepada Anda,” kata Duterter kepada polisi Filipina seperti dilansir oleh Reuters.

Duterte menambahkan bahwa pembunuhan semena-mena memang tidak dibolehkan sehingga polisi tetap berpijak pada aturan saat menunaikan tugas.

Baca Juga : Pembunuhan Brutal Siswa di Filipina Memicu Kemarahan Nasional

Duterte yang memulai perang antinarkotika setelah berkuasa Juni tahun lalu menyusul aplikasi kampanyenya selama Pemilu di mana dia telah berjanji untuk memberantas kejahatan dan narkotika.

Sebelumnya, pembunuhan terhadap remaja yang masih sekolah bernama Kian Loyd delos Santos oleh polisi antinarkotika pada 16 Agustus lalu telah memicu kemarahan publik di seantero Filipina.

Sekitar 1.000 orang, termasuk biarawati, pendeta dan ratusan anak-anak, mengikuti pemakaman sang remaja Sabtu pekan lalu. Acara pemakaman ini berubah menjadi unjuk rasa menentang perang melawan narkotika yang dilancarkan Duterte.

Menurut sejumlah saksi mata, Delos Santos diseret oleh polisi-polisi berpakaian preman sebelum ditembak kepalanya sampai mati. Sebaliknya polisi beralasan penembakan itu adalah upaya bela diri polisi setelah delos Santos berusaha merebut senjata polisi saat ditangkap.

Reuters juga melaporkan, beberapa hari sebelumnya, dua puluh lima penjahat tewas dalam jangka waktu semalaman di ibu kota Filipina Manila.

Joel Napoleon Coronel, direktur Polisi Distrik kota Manila, berkata kepada wartawan bahwa 14 orang mati dalam operasi antinarkotika dan 11 lainnya mati dalam kasus perampokan yang melibatkan narkotika.

Identitas para pembunuh kesebelas korban perampokan itu tidak diketahui, namun saat ini tengah diselidiki pihak berwajib.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment