Kisah Renungan : Kaos Kaki Bolong Milik Ayah

BERITAKITA.CO | Seorang ayah yang terkenal dan kaya raya  sedang mengalami sakit parah. Menjelang ajal menjemput, dikumpulkanlah anak-anaknya.

Beliau berwasiat: “Anak-anakku, jika ayah sudah dipanggil Allah Yang Maha Kuasa, ada permintaan ayah kepada kalian”

“Tolong dipakaikan kaos kaki kesayangan ayah walaupun kaos kaki itu sudah bolong. Ayah ingin memakai barang kesayangan yang penuh kenangan semasa merintis usaha di perusahaan ayah dan minta tolong kaos kaki kenangan itu dikenakan bila ayah dikubur nanti.”

Ketika sang ayah akhirnya wafat dan jenazahnya akan dikafani, anak-anaknya minta kepada ustadz yang mengurus jenazah agar almarhum diperkenankan memakai kaos kaki yang bolong itu sesuai wasiat ayahnya.

Akan tetapi sang ustadz menolaknya. ” Maaf secara syariat hanya 2 lembar kain putih saja yang di perbolehkan dikenakan kepada mayat,” ujar sang ustadz.

Maka terjadilah perdebatan antara anak-anak yang ingin memakaikan kaos kaki robek dengan pak ustadz yang melarangnya.

Karena tidak ada titik temu, dipanggilah penasihat sekaligus notaris keluarga tersebut.

Sang notaris lalu membawa surat wasiat peninggalan almarhum.

“Ayo kita baca bersama surat wasiat ini, siapa tahu ada petunjuk, “ kata sang notaris.

Maka dibukalah surat wasiat almarhum untuk anak-anaknya yang dititipkan kepada notaris tersebut.

Isi urat wasiat tersebut :

“Anak-anakku, pasti sekarang kalian sedang bingung, karena dilarang memakaikan kaos kaki bolong kepada jenazah ayah.”

“Lihatlah anak-anakku, padahal harta ayah sangat banyak, uang, beberapa mobil, tanah, kebun dan sawah, rumah mewah, tetapi tidak ada artinya ketika ayah sudah meninggal dunia”.

“Bahkan kaos kaki bolong saja tidak boleh dibawa mati. Begitu tidak berartinya harta dunia, kecuali iman dan amal kebaikan kita.”

“Anak-anakku inilah yang ingin ayah sampaikan agar kalian tidak tertipu dengan dunia yang hanya sementara.”

“Pada akhirnya teman sejati kita hanyalah Iman dan Amal  Shaleh.”

” Salam sayang dari ayah yang ingin kalian menjadikan dunia sebagai jalan menuju ridha Allah SWT.”

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment