Serangan di Prancis Diduga Sebagai Teroris Ternyata Orang Gila

BERITAKITA.CO | Serangan dengan mobil mirip kasus di Barcelona, kembali terjadi di Marseille, Prancis, Senin kemarin (21/8). Seorang pria yang mengendarai van putih menabraki orang-orang yang sedang berdiri di dua halte. Satu orang tewas dalam kejadian tersebut dan satu lainnya terluka parah. Pria 35 tahun yang berada di balik kemudi akhirnya berhasil diamankan oleh pihak keamanan setempat.

Sempat diduga sebagai teroris, ternyata pelaku diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan pernah ditangkap atas kejahatan ringan.

’’Penangkapan dilakukan dengan tenang, tidak ada baku tembak,’’ ujar petugas kepolisian Marseille David Reverdy. Polisi sudah mengenal pelaku karena dia residivis.

Reverdy mengungkapkan bahwa serangan pertama dilakukan pukul 09.15 di Croix Rouge yang berada di distrik 13. Di lokasi itulah satu orang mengalami luka parah. Kurang lebih satu jam kemudian, pelaku ganti menyerang halte bus di Valentine, distrik 11, yang mengakibatkan seorang perempuan 40 tahun kehilangan nyawa.

Menurut Reverdy, kasus tersebut tidak berkaitan dengan terorisme. Jika memang itu tindak terorisme, ada banyak lokasi di Marseille yang lebih ramai dan bakal memakan korban. Tapi, pelaku malah beraksi di lokasi sepi.

sMeski bukan aksi terorisme, serangan tersebut tetap membuat penduduk setempat  ketir-ketir. Sebab, belakangan ini Prancis menjadi sasaran teror. Juli tahun lalu, pelaku teror mengemudikan truk di Nice dan menabraki orang-orang yang merayakan Bastille Day. Sebanyak 86 orang tewas saat itu.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment