Buat Laporan Pencabulan, Polisi Malah Mediasi untuk Damai

Foto Ilustrasi.

BERITAKITA.CO | Seorang remaja puteri kelas 3 SMK di Tambun, Bekasi, Jawa Barat, melapor ke polsek terdekat karena merasa dirugikan oleh seorang pria hidung belang yang telah mencabulinya.

Tokoh masyarakat setempat yang mendampingi melaporkan kasus tersebut, Ferri Muzakki mengatakan, keluarga korban begitu kecewa dengan kinerja Polsek Tambun. Ia menyampaikan, orang tua korban yang melaporkan dugaan pencabulan dan pemerkosaan malahan dimediasi untuk damai.

“Saya cukup kaget ketika dihubungi orang tua korban karena melapor ke Polsek Tambun malah diabaikan dari pukul 10.00 sampai pukul 20.00. Dan orangtua ditemui dengan si pelaku utama pencabulan yang menyambangi untuk berdamai saja,” ujarnya.

Ferri menjelaskan secara kronologis kejadian yang dialami oleh sisiwi kelas III SMK tersebut. Kata dia, Jum’at pekan lalu remaja itu ingin mencari kerja sebagai tukang cuci ataupun penjaga toko. Ia bertemu perempuan lain yang dikenal bisa memberi pekerjaan.

Remaja itu selanjutnya dipertemukan dengan Bowo yang mengaku bisa menyalurkan orang kerja. Tanpa curiga, korban mau saja diajak ke rumah kontrakan dan diberi suguhan air minum.

Usai minum cairan yang telah dioplos obat tidur, korban pusing lalu pingsan. “Jadi orang itu adalah pelaku utama, dia pemilik panti pijat. “Begitu sadar, korban sudah berada di hotel dalam keadaan nggak berpakaian dan merasakan kemaluannya sakit. Bowo malah memberinya uang.”

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Tambun Kompol Bobby Kusumawardhana mengatakan, saat datang remaja itu hanya untuk konsultasi saja. “Jadi belum dibuatkan laporan karena anak itu mengaku malu dan jangan bilang pada orangtuanya,” katanya.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment