10 Negara dengan Tingkat Korupsi Terendah di Dunia

BERITAKITA.CO | Korupsi adalah salah satu bentuk kejahatan luar biasa dan menjadi ancaman terbesar di dunia. Sayangnya, ancaman ini ditemukan di setiap negara.

Korupsi akan menjadikan sebuah pemerintahan menjadi buruk, menghentikan pembangunan dan merongrong hukum. Meski begitu, ada sejumlah negara di mana korupsi berada pada tingkat yang sangat rendah.

Berikut adalah daftar 10 negara paling rendah tigkat korupsinya di dunia, bersamaan dengan skor indeks persepsi korupsi (CPI) yang diterbitkan oleh Transparansi Internasional.

Skor CPI berkisar antara 0 sampai 100. Skor CPI ‘0’ menunjukkan negara yang sangat korup dan skor 100 memberi sinyal sebuah negara yang sempurna tanpa adanya korupsi.

10 Kanada, CPI: 81

Yang membuat Kanada menjadi negara dengan tingkat korupsi rendah adalah sistem parlementer terbuka dan demokratis. Selain itu, Kanada juga dikenal sebagai negara yang memiliki kualitas hidup yang tinggi, sistem pendidikan dan transparansi pemerintah.

9 Luksemburg, CPI: 82

Luxembourg adalah negara kecil dan kaya di Eropa. Negara ini memiliki sistem parlementer kesatuan dengan monarki konstitusional. Pemerintah Luksemburg sangat tegas dengan penerapan undang-undang anti-korupsi. Administrasi di bidang kehakiman juga sangat transparan di negara ini.

8 Belanda, CPI: 83

Belanda adalah sebuah negara monarki konstitusional dengan sistem parlementer kesatuan. Kepala negara saat ini adalah Raja Willem Alexander. Raja bertugas menunjuk Walikota dan Politisi ke pemerintah. Perdana menteri adalah kepala pemerintahan Belanda. Untuk menjaga tingkat korupsi serendah mungkin, pemerintah Belanda mengikuti peradilan yang transparan dan program anti-korupsi yang efektif.

7 Singapura, CPI: 84

Singapura adalah negara pulau kecil  yang sangat rendah tingkat korupsinya. Negara ini menganut sistem parlementer kesatuan dengan sistem Westminster. Ada agen khusus yang disebut CPIB (Biro Investigasi Praktik Korupsi) di Singapura untuk menyelidiki dan mengambil tindakan hukum melawan korupsi. Sistem peradilan yang kuat di Singapura secara global dikenal karena legitimasi dan ketidakberpihakannya dalam undang-undang.

6 Swiss, CPI: 86

Swiss memiliki sistem republik demokratik directional federal untuk pemerintahannya. Di sini, orang memiliki hak untuk mempengaruhi kegiatan pemerintahan melalui referendum yang benar. Demokrasi langsung ini membuat pemerintah Swiss sebagai salah satu sistem demokrasi paling stabil di dunia. Negara ini juga memiliki kerangka hukum yang kuat dan undang-undang anti-korupsi yang efektif. Ini membantu pemerintah Swiss untuk memelihara sistem yang bersih di sektor publik mereka.

5 Norwegia, CPI: 86

Norwegia adalah negara monarki konstitusional dengan sistem parlementer. Kepala pemerintahan dipimpin oleh perdana menteri. Peradilan Norwegia benar-benar independen dari pengaruh eksekutif dan legislatif. Norwegia juga memiliki undang-undang anti-korupsi yang ketat dan efisien. Ini membantu mempertahankan standar tinggi di sektor publik Norwegia.

4 Swedia, CPI: 87

Swedia adalah demokratis parlementer dengan monarki konstitusional. Negara ini dikenal secara global dengan kualitas hidup, persamaan, perkembangan manusia, pendidikan dan kesehatan yang tinggi. Sistem pemerintahan Swedia juga transparan dan stabil. Instansi pemerintah Swedia menganggap korupsi sebagai ‘penyalahgunaan kekuasaan’. Ada juga unit anti-korupsi yang efisien di Swedia untuk menyelidiki dan mengadili korupsi.

3 Finlandia, CPI: 89

Finlandia adalah sebuah republik parlementer dan Perdana Menteri adalah kepala pemerintahan. Para pemimpin politik di Finlandia memiliki komitmen kuat melawan korupsi. Pemerintah Finlandia juga memelihara mekanisme yang transparan dan sistem integritas yang efisien. Peradilan yang independen dan kerangka hukum yang kuat juga menurunkan kemungkinan berbagai bentuk korupsi di negara ini.

2 Selandia Baru, CPI: 91

Selandia Baru adalah negara kedua yang paling bersih dari korupsi dengan skor CPI 91. Selandia Baru memiliki sistem parlementer dengan monarki konstitusional. Ratu Elizabeth II adalah kepala negara bagian Selandia Baru. Pemerintah Selandia Baru mengikuti model Westminster. Peradilan Selandia Baru sepenuhnya independen dari cabang eksekutif dan legislatif. Dengan cara itu, peradilan New Zealand mempertahankan akuntabilitas dan ketidakberpihakannya.

1 Denmark, CPI: 92

Denmark adalah negara paling bersih dari korupsi di dunia dengan skor CPI 92. Korupsi administratif, korupsi bisnis dan bentuk korupsi lainnya sangat jarang terjadi di Denmark.

Mekanisme transparansi, integritas, peradilan yang independen, aktivisme sipil dan kepercayaan sosial merupakan faktor yang menjadikan Denmark sebagai negara paling transparan di dunia. Hukum pidana Denmark juga melarang semua bentuk penyuapan di negara ini. Selain menurunkan tingkat korupsi, Denmark juga memiliki standar hidup yang tinggi, mobilitas sosial tinggi, melek huruf dan kesetaraan tinggi.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment