Arab Saudi Bantah Laporan Mediasi dengan Iran

BERITAKITA.CO | Arab Saudi telah membantah adanya laporan tentang upaya mereka untuk mencari mediasi untuk bernegosiasi dengan Iran.

Sebuah sumber resmi di Saudi mengatakan bahwa rezim Iran saat ini “tidak bisa diajak bernegosiasi”.

“Arab Saudi belum pernah meminta mediasi apapun dengan Republik Iran,” kata sumber tersebut dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh kantor berita resmi SPA, Rabu (16/8).

Bantahan tersebut terjadi setelah Menteri Dalam Negeri Irak Qassim al-Araji mengatakan Riyadh telah secara resmi meminta mediasi Irak untuk mengurangi ketegangan dengan Teheran.

Sumber di Saudi memperbarui tuduhan terhadap Teheran yang dianggapnya “menyebarkan terorisme dan ekstremisme”.

Sumber tersebut juga mengatakan keteguhan Saudi terhadap pendiriannya yang tegas yang menolak pendekatan apapun dengan rezim Iran yang menyebarkan terorisme dan ekstremisme di kawasan dan dunia dan ikut campur dalam urusan negara lain.

Ketegangan meningkat antara Arab Saudi dan Iran sejak Riyadh memutuskan hubungan diplomatik dengan Teheran setelah misi diplomatik Saudi diserang awal tahun lalu oleh para pendemo di Iran.

Serangan tersebut terjadi akibat adanya eksekusi seorang ulama Syiah terkemuka di Arab Saudi karena pelanggaran teror.

Arab Saudi dan sekutunya di Teluk menuduh Teheran mempersenjatai dan mendukung kelompok Syiah Houthi Yaman yang menguasai ibukota Yaman, Sanaa, dan bagian lain negara itu pada tahun 2014.

Konflik yang telah berjalan selama enam tahun di Suriah juga telah menyebabkan buruknya hubungan antara negara-negara Teluk dengan Iran. Sementara Syiah Iran adalah sekutu dekat rezim Bashar al-Assad dari Suriah, sedangkan Arab Saudi adalah pendukung utama oposisi bersenjata anti-rezim Suriah.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment