Putra Mahkota Saudi : “Saya Ingin Mengakhiri Perang Yaman”

Mohammed bin Salman, Putera MAhkota Arab Saudi. [Foto AP]

BERITAKITA.CO | Pangeran mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) telah mengatakan kepada dua mantan pejabat Amerika bahwa dia “ingin mengakhiri” perang dua tahun yang dia mulai di Yaman, dan bahwa dia tidak menentang kebijakan AS terhadap Iran. Demikian menurut bocoran email yang dipublikasikan oleh Middle East Eye.

Bocoran tersebut berkaitan dengan diskusi yang dia lakukan di Timur Tengah dengan Martin Indyk, mantan duta besar AS untuk Israel, dan Steven Hadley, yang pernah bertugas sebagai penasihat keamanan nasional AS selama masa presiden George W Bush.

Rincian pertemuan antara MBS dan mantan pejabat Amerika terungkap dalam pertukaran email, antara Indyk dan Yousef al-Otaiba, duta besar UEA di Washington, DC.

Bocoran pertukaran email ini diperoleh oleh kelompok hacker GlobalLeaks, menurut Middle East Eye.

Dalam salah satu email, Otaiba dan Indyk terlihat membahas perbedaan antara MBS muda dan pemimpin tua Arab Saudi, dengan menggambarkan MBS sebagai “pemimpin pragmatis”.

Email tersebut juga melukiskan gambaran bagaimana Otaiba dan pemimpin UEA melihat masa depan Arab Saudi.

Email tersebut selanjutnya mengungkapkan percakapan antara Otaiba dan Elliott Abrams, mantan pejabat pemerintahan Bush yang sangat pro-Israel, yang menggambarkan tujuan UEA di kawasan ini sebagai “hegemon baru” dan “imperialisme Emirat”.

Indyk yang telah dihubungi oleh Middle East Eye terkait dengan bocoran e-mail tersebut, menolak untuk berkomentar.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment