Nasrallah: Hizbullah Semakin Kuat Sejak Mengalahkan Israel

Hassan Nasrallah, Pemimpin Besar Hizbullah. [Foto: Ynetnews]

BERITAKITA.CO | Pemimpin besar Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah telah memperingatkan bahwa kelompoknya yang berbasis di Lebanon mampu mengalahkan Israel jika terjadi konflik baru.

Hizbullah memberikan pernyataan tersebut dalam sebuah pidato di televisi dalam perayaan ulang tahun ke 11 kemenangan Lebanon dalam perang Israel 2006.

“Kekalahan dan penghinaan adalah apa yang didapatkan Israel di tahun 2006, dan jika terjadi perang baru, Hizbullah akan menang lagi,” katanya.

Nasrallah juga memberikan ucapan selamat kepada rakyat Lebanon dan keluarga mereka yang tewas dalam pertempuran 2006. Dia juga menjelaskan bahwa kemenangan tersebut merupakan hasil dari kesabaran, keyakinan, dan keteguhan para pejuang Hizbullah, serta dukungan dari “orang-orang yang memiliki jiwa perlawanan” di Lebanon Selatan.

Perang 2006 dimulai ketika milisi yang berbasis di Lebanon selatan menangkap dua tentara Israel untuk ditukar dengan para tahanan Lebanon yang ada di penjara-penjara Israel. Rezim zionis Israel lau bereaksi keras dengan mengerahkan puluhan ribu tentara dan peralatan militernya yang paling canggih selama perang, termasuk penggunaan bom tandan yang dilarang oleh PBB.

“Bahkan sekarang, Israel belajar dari 11 tahun yang lalu. Mereka mencoba menemukan sesuatu di sini atau di sana untuk membuktikan kepada orang-orang Israel bahwa mereka menang, “kata Nasrallah.

“Sejak 2006, Hizbullah semakin kuat,” lanjutnya. “Hizbullah jauh lebih canggih dalam setiap aspek: kemampuan, strategi militer dan jumlah.”

Pemimpin partai beraliran Syiah ini juga menambahkan bahwa pasukannya siap untuk menghadapi agresi apapun dari “musuh Zionis,” memperingatkan bahwa jika Israel memulai perang baru di Lebanon, maka Tel Aviv akan dikalahkan.

“Setiap kali seorang pejabat Israel menunjuk pada kekuatan Hizbullah, dia mengakui kekalahan Israel pada musim panas 2006,” katanya.

Hizbullah dibentuk pada tahun 1985 sebagai kelompok perlawanan yang lahir dari penindasan terhadap minoritas Muslim Syiah. Mereka menujukkan eksistensinya melalui perjuangan melawan penjajah Israel-penjajahan di Palestina dan Lebanon, khususnya pendudukan Israel pada 1982 di Lebanon selatan yang berakhir dengan kekalahan Israel dan penarikan mundurnya tentara Israel dari negara tersebut pada tahun 2000.

Hizbullah kembali menbuat catatan hitam dalam sejarah Israel saat mereka berhasil mengusir serdadu-serdadu zionis dari Lebanon selatan pada tahun 2006 dalam sebuah perang yang berlangsung selama 34 hari dan merenggut nyawa lebih dari 1.000 warga sipil Lebanon dan mengungsi sekitar satu juta orang.

Setelah konflik tersebut dan Israel terusir mundur dari Lebanon Selatan, Nasrallah membuat sebuah pernyataan yang sangat terkenal dengann menyebut kemenangan Hizbullah sebagai “Kemenangan Ilahi” atas agresi Zionis.

Pandangan dan penilaian bahwa Hizbullah memenangkan konflik tersebut secara luas didukung oleh para pengamat, termasuk pakar militer Barat.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment