Patrialis Akbar Dituntut 12,5 Tahun Penjara

Patrialis Akbar, Mantan Hakim Konstitusi yang Tersangkut Kasus Suap.

BERITAKITA.CO | Mantan hakim Konstitusi Patrialis Akbar dituntut 12,5 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan karena dinilai terbukti menerima suap untuk pengurusan uji materi Undang-undang Peternakan dan Kesehatan Hewan di Mahkamah Konstitusi.

Selain itu, Patrialis juga dituntut membayarkan uang pengganti yang jumlahnya sama dengan harta benda dari tipikor, dengan ketentuan apabila tidak membayar uang pengganti setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta benda akan disita oleh jaksa untuk dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Jika tidak memiliki harta benda yng cukup untuk mengganti uang tersebut, maka diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun.

Patrialis menganggap tuntutan hakim tersebut sebagai sebuah musibah.

Tuntutan itu berdasarkan dakwaan pertama dari pasal 12 huruf c jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 dan pasal 64 ayat 1 KUHP.

“Menghukum terdakwa Patrialis Akbar membayar uang penganti yang jumlahnya sebanyak-banyaknya sama dengan harta benda yang diperoleh dari tindak pidana korupsi yaitu sejumlah 10 ribu dolar AS dan Rp 4,043 juta dengan ketentuan apabila terdakwa tidak membayar uang pengganti dalam waktu 1 bulan sesudah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap maka harta bendanya akan disita oleh jaksa untuk dilelang dan bila tidak mencukupi akan dipidana selama 1 tahun penjara,” tambah jaksa Lie.

Tuntutan yang dibacakan oleh jaksa itu mempertimbangkan sejumlah hal memberatkan yang dilakukan oleh Patrialis.

“Perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidan korupsi. Perbuatan terdakwa selaku hakim telah merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan khususnya MK, terdakwa berbelit-belit dalam memberikan keterangan di muka persidangan,” ungkap jaksa Lie.

Sedangkan teman dekat Patrialis, Kamaludin yang merupakan perantara dalam kasus suap tersebut, dituntut 8 tahun penjara.

Tuntutan itu berdasarkan dakwaan pertama yang sama seperti yang didakwakan kepada Patrialis. Kamaludin juga diminta untuk membayar kewajiban uang pengganti sebesar 40 ribu dolar AS.

Terhadap tuntutan itu, Patrialis akan mengajukan nota pledoi (pembelaan).

“Pertama saya mengucapkan Innalillahi wainnailahi rajiun. Karena saya sudah mengungkapkan di persidangan seluruh fakta-fakta dan dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada JPU, banyak hal yang saya lihat itu adalah fiksi semacam satu karangan-karangan yang dibuat tidak berdasarkan fakta persidangan,” kata Patrialis seusai sidang.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment