Amerika Serikat Ancam Aksi Militer ke Venezuela

Presiden Venezuela yang berhaluan sosialis, Nicholas Maduro [Foto: The Telegraph]

BERITAKITA.CO| Negara-negara Amerika Latin menentang sikap Presiden Donald Trump yang mengancam akan menggunakan aksi militer terhadap Venezuela.

Sikap keras  AS yang tiba-tiba ditunjukkan oleh Washington terhadap Venezuela itu muncul menjelang serangkaian lawatan yang akan dilakukan oleh Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence, pada Minggu (13/8) ke kawasan Amerika Latin.

Pence dijadwalkan berkunjung ke Kolombia, Argentina, Chile dan Panama. Trump tidak menjelaskan opsi-opsi apa yang ada di kepalanya.

Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino, Jum’at, meremehkan peringatan Trump itu sebagai “kegilaan” sementara Menteri Luar Negeri Venezuela, Jorge Arreaza, mengatakan, Sabtu, Venezuela menentang ancaman yang “penuh dengan rasa permusuhan” itu dan mendesak Amerika Latin untuk bersatu menghadapi Washington.

“Kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih atas semua pernyataan solidaritas dan penentangan terhadap penggunaan kekuatan dari pemerintah negara-negara di seluruh dunia, termasuk kawasan Amerika Latin,” kata Arreaza saat menyampaikan pidato singkat, Sabtu.

“Beberapa dari negara-negara ini telah mengambil sikap yang benar-benar berlawanan dengan kedaulatan dan kemerdekaan kita tapi mereka (ternyata) masih (mau) menentang pernyataan presiden AS.”

Peru merupakan negara Amerika Latin yang memimpin gerakan untuk mengecam ancaman Trump. Peru menganggap ancaman tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip Perserikatan Bangsa-bangsa. Meksiko dan Kolombia bergabung menyatakan sikap dengan mengeluarkan pernyataan sendiri.

Persekutuan kawasan, Mercosure, menambahkan bahwa pihaknya menentang penggunaan kekuatan terhadap Venezuela kendati mereka pekan lalu telah menskors negara itu di tengah kecaman internasional terkait majelis baru sangat berkuasa yang dibentuk Maduro.

Setelah empat bulan aksi unjuk rasa maut berlangsung dalam menentang pemerintahannya, Maduro mengatakan pembentukan majelis itu merupakan harapan satu-satunya bagi Venezuela untuk mewujudkan perdamaian dengan menerapkan kebijakan-kebijakan mentor dan pendahulunya, mendiang Hugo Chavez.

Partai Sosialis yang berkuasa telah selama bertahun-tahun menuduh Amerika Serikat berencana melakukan serbuan sebagai jalan untuk menguasai cadangan minyak Venezuela, yang merupakan terbesar di dunia, melalui serangan militer yang serupa dengan perang Irak.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment