Johannes Marleim Saksi Kunci E-KTP, Dibunuh atau Bunuh Diri?

BERITAKITA.CO | Saksi kunci proyek E-KTP Johannes Marliem, dikabarkan tewas bunuh diri di rumahnya di Los Angeles, Amerika Serikat. Namun belum ada informasi pasti mengenai kebenaran apakah yang bersangkutan bunuh diri atau ada yang membunuh.

Johannes adalah saksi kunci yang merekam seluruh pembicaraan dengan orang-orang yang terlibat proyek e-KTP. Sejak awal pembahasan megaproyek itu, ia telah merencanakan untuk merekam.

“Tujuannya cuma satu: keeping everybody in honest,” kata Johannes Marliem, saat itu .

Tak main-main, Marliem secara gamblang menyebutkan ia memiliki bukti-bukti keterkaitan orang dengan kasus korupsi e-KTP itu.  “Hitung saja. Empat tahun dikali berapa pertemuan. Ada puluhan jam rekaman sekitar 500 GB,” kata dia. Johannes Marliem bahkan menantang, “ Mau jerat siapa lagi? Saya punya,” ujarnya.

Kamis (10/8) waktu setempat, Johannes Marliem yang merupakan direktur Biomorf Lone LLC, perusahaan penyedia layanan teknologi biometrik, kemudian diberitakan meninggal.

“Benar, yang bersangkutan, Johannes Marliem, meninggal dunia, tapi kami belum dapat informasi yang lebih rinci, karena terjadinya di Amerika,” kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, pada Jumat, 11 Agustus 2017.

Tentang dugaan keterlibatan Johanes pada kasus E-KTP diantaranya terungkap dalam surat tuntutan jaksa KPK terhadap terdakwa Irman dan Sugiharto. Johanes merupakan provider produk Automated Finger Print Identification System (AFIS) merek L-1, di mana dia adalah direkturnya.

Teknologi itulah yang rencananya digunakan dalam proyek penerapan e-KTP. Namun, sampai proyek itu selesai, belum jelas benar apakah penggunaan sistem itu berhasil atau tidak. Johannes juga disebut-sebut memberikan uang kepada sejumlah pihak termasuk terdakwa Sugiharto. Bahkan terdakwa juga sempat membeli sebuah mobil dengan uang yang diterima dari Johanes.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment