Presiden Palestina Mendanai Pernikahan Massal Warga Miskin

Pernikahan Massal Warga Palestina di Kamp Pengungsi Nablus Tepi Barat. [Foto: Xinhua]

BERITAKITA.CO | Keceriaan luar biasa terlihat jelas di wajah 65 pasangan pengantin, yang bergabung dalam sebuah pernikahan massal di kamp pengungsi Palestina al-Fara’a, sebelah utara kota Nablus di Tepi Barat, pada hari Kamis (10/8).

Pernikahan massal tersebut diadakan atas prakarsa Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Dengan tema “menikah meski menderita,” pernikahan massal ini berlangsung di pusat kebudayaan Salah Khalaf di kamp tersebut, yang sebelumnya merupakan sebuah penjara besar Israel yang menampung puluhan orang dari kamp pengungsian.

Dalam upacara pernikahan, digelar pertunjukkan seni dan budaya warisan Palestina serta disaksikan oleh ratusan tamu termasuk kerabat mempelai wanita dan mempelai pria, tokoh masyarakat Palestina dan pemimpin lokal.

“Tujuan Presiden Abbas dan tujuan kami adalah membawa kegembiraan ke hati orang-orang Palestina di mana-mana,” kata Mahmoud al-Aloul, wakil kepala dari gerakan kelompok Fatah.

Berdiri di samping mempelai wanita, Ahmed al-Aarja, 46, sangat gembira karena mimpinya menikahi gadis kesayangannya akhirnya menjadi kenyataan.

Al-Aarja, yang tertua di antara para mempelai pria, mengatakan bahwa penderitaan ekonomi membuatnya kehilangan kesempatan untuk menikah, “tapi kesempatan ini telah menghidupkan kembali pengharapan saya dan menghidupkan saya kembali.” Demikian seperti dilansir oleh Xinhua.

Yasir Abu Kishk, koordinator pernikahan massal tersebut, mengatakan bahwa upacara tersebut merupakan penghormatan kepada Presiden Abbas, yang membantu mendanai 200.000 dolar A.S. untuk keseluruhan persiapan.

“Upacara tersebut memberi insentif bagi kaum muda yang tidak dapat menikah karena tingginya biaya pernikahan serta tingkat penganggurandan kemiskinan yang juga tinggi di kamp-kamp pengungsi Palestina,” katanya.

Menurut sebuah laporan Biro Pusat Statistik Palestina, jumlah pengangguran di Tepi Barat telah mencapai 154.000, dan tingkat pengangguran naik dari 17,9 persen di tahun 2007 menjadi 18,2 persen pada tahun lalu.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment