Fakta Tentang Dana Haji

BERITAKITA.CO | Kisruh tentang pemanfaatan dana haji oleh pemerintahan Joko Widodo yang akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur,  sebenarnya biasa-biasa saja. Pasalnya, dana yang disimpan di sektor perbankan itu sebenarnya sudah lama menjadi sumber dana penyelamat pemerintah.

Seorang pengamat ekonomi nasional pernah mengatakan, bahwa dana haji adalah pelampung penyelamat dari pemerintahan Jokowi dan sektor perbankan nasional. Dana haji digunakan sebagai bantalan kas pemerintah bersama dengan dana lainnya seperti dana Jamsostek, Taspen, Asabri atau tabungan TNI dan POLRI.

Faktanya, bunga atas dana dana di atas itu sangat tinggi, terutama dana haji. Bagi pemerintah dan dunia perbankan, dana haji sangat aman karena pasti tidak dicairkan oleh pemiliknya.

Semakin lama kesempatan orang untuk naik haji, semakin bagus dana itu bagi pemerintah dan perbankan. Itulah mengapa sekarang orang naik haji makin lama, bukan semata-mata karena kuota, akan tetapi karena desain sektor keuangan. Ada kepentingan tersembunyi yang terjadi di sana.

Penghasilan bunga tahunan yang berasal dari dana haji nilainya juga sangat fantantis. Coba saja Anda bayangkan, total dana haji saat ini berkisar hampir 100 triliun. Asumsikan, jika tingkat suku bunga deposito minimal sekitar 5 persen. Artinya, minimal ada 5 triliun uang tambahan pertahun yang berasal dari bunga tabungan dana haji milik masyarakat.

Jika kita asumsikan besarnya ongkos naik haji (ONH) sekitar Rp 35 juta, seperti yang telah ditetapkan pemerintah, maka bunga yang dihasilkan dari tabungan dana haji, bisa memberangkatkan rata-rata sekitar 140 ribu jamaah haji baru setiap tahunnya.

Mengapa fakta seperti ini tidak pernah diungkapkan ke publik?

Anehnya, para jemaah haji pemilik rekening haji tidak pernah mendapat manfaat dari dana tambahan yanga berasal dari pendapatan bunga tersebut. Dana tambahan itu entah ke mana larinya.

Lucunya lagi, para jamaah haji Indonesia  harus membayar ongkos naik haji lebih mahal dibandingkan dengan negara-negara lain, dengan fasilitas layanan ala kadarnya. Istilahnya, tiket kelas bisnis, layanan kelas ekonomi. Sungguh miris nasib calon jamaah haji kita.

Lalu, apa yang akan terjadi jika dana haji yang sempat menjadi sorotan banyak pihak ini, ditarik kembali oleh masyarakat ?

Selain sektror perbankan nasional kita porak poranda, Indonesia juga dikhawatirkan bisa langsung bangkrut.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment