Mantan Komandan AU Turki Menolak Tuduhan Pimpin Kudeta

Jenderal Akin Ozturk, Mantan Komandan AU Turki.

BERITAKITA.CO | Jenderal Akin Öztürk, mantan komandan Angkatan Udara Turki, telah menolak bertanggung jawab atas kejadian di Pangkalan Udara Akinci, yang dianggap sebagai pusat komando percobaan kudeta 15 Juli 2016, dengan mengatakan bahwa tuduhan tersebut “tidak dapat diterima.”

Öztürk merupakan mantan atase militer Turki di Israel pada periode 1990-an, yang kemudian menjabat sebagai komandan Angkatan Udara Turki. Öztürk merupakan pemimpin militer yang cukup berhasil. Dia sering mendapat medali penghargaan dari Angkatan Udara Turki dan NATO.

“Saya berharap mati dalam salah satu operasi [selama usaha kudeta] jadi saya tidak akan menghadapi tuduhan semacam itu,” kata Öztürk kepada Pengadilan Pidana Tinggi Ankara pada hari Jum’at (4/8).

“Diadili atas tuduhan menjadi pengkhianat dan terkait dengan usaha kudeta yang berbahaya adalah hukuman terbesar yang diberikan kepada saya,” katanya,

Bersama dengan Jendral Mehmet Terzi dan Mehmet Partigöç serta 34 perwira lainnya, Öztürk hadir di pangkalan udara pada bulan Mei 2016 saat memimpin “Peace in the Nation Council,” sebuah dewan militer yang menjadi pendukung utama kudeta yang gagal.

Pada hari keempat persidangan atas upaya kudeta di pangkalan udara Akinci di mana 486 tersangka sedang diadili, Öztürk menolak tanggung jawab apapun atas tuduhan memimpin kudeta dan terlibat dengan Organisasi Teroris Fetullahist (FETÖ).

“Tidak seperti apa yang dilaporkan di media, saya tidak mencoba kabur. Saya tidak berhubungan dengan Mehmet Partigöç. Saya tidak berpartisipasi dalam Peace in the Nation Council. Saya tidak memiliki simpati terhadap organisasi keagamaan,” katanya, seperti dilansir oleh media Turki hurriyetdailynews.

Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Turki, Jenderal Hulusi Akar dan komandan pasukan lainnya dibawa ke Pangkalan Udara Akinci pada malam kudeta dan disandera di sana. Dari Pangkalan Udara inilah, pesawat tempur diberangkatkan untuk membom gedung Parlemen Turki dan gedung  institusi utama lainnya.

Öztürk mengklaim bahwa dia hanya pergi ke pangkalan udara Akinci setelah diberitahu bahwa Markas Besar Staf Umum telah diserang dan dia diminta untuk pergi ke pangkalan udara tersebut.

Öztürk mengutuk upaya kudeta, mengatakan bahwa dia mengira usaha kudeta dilakukan “oleh anggota FETÖ dalam Angkatan Udara Turki dengan dukungan dari luar negeri.”

Hakim pengadilan lalu bertanya mengenai klaim “dukungan dari luar negeri” ini, namun Öztürk tidak bisa menjawabnya secara pasti.

“Bisa jadi salah satu kekuatan asing yang cemburu pada Republik Turki berdiri di belakang peristiwa kudeta ini. Bisa jadi Jerman, Inggris, A.S. atau Rusia,” katanya.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment