Sembilan Pekerja Tambang di Rusia Hilang Akibat Banjir

Tambang Berlian Mir di Rusia. [Foto: Sergey Subbotin / Sputnik ]

BERITAKITA.CO | Sedikitnya sembilan pekerja tambang batu berlian Mir, milik perusahaan Alrosa di Yakutia, Rusia Timur, dikhabarkan hilang setelah banjir melanda tambang tersebut. Lebih dari 130 penambang telah berhasil dievakuasi, kata perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan.

Alrosa membenarkan kejadian tersebut, mengatakan bahwa banjir tersebut terjadi pada pukul 4.30 waktu setempat.

Menurut kepala perusahaan Sergey Ivanov, 142 penambang berada di dalam tambang saat insiden tersebut terjadi. “Saat ini ada 133 orang yang berhasil dievakuasi,” katanya dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa tim penyelamat masih mencari sembilan orang lainnya.

Nilai saham Alrosa di Bursa Moskows empat jatuh 2,5 persen karena berita tentang insiden tersebut.

Otoritas di Yakutia telah melakukan investigasi atas insiden tersebut, seperti dilaporkan oleh kantor berita Rusia,TASS.

Kepala Pemerintahan Yakutia, Egor Borisov, langsung menuju ke lokasi kejadian, begitu juga dengan perusahaan Alrosa Sergei Ivanov, saat mendapatkan berita tentang musibah tersebut.

“Sebuah lubang yang dipenuh dengan 300.000 meter kubik air yang berasal dari banjir terlihat memenuhi lokasi tambang tersebut,” kata juru bicara unit layanan darurat setempat.

Tambang atu berlian Mir dibuka pada tahun 1950an. Menurut situs resmi Alrosa, panjang terowongan tambang mencapai 10 km (6,2 mil), kedalamannya 1.000 meter (3.300 kaki). Output tambangnya diperkirakan mencapai 1 juta ton.



Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment