Ratu Ekstasi Medan Ditangkap, Seorang Warga Aceh Terlibat

BERITAKITA.CO | BNN Provinsi Sumatera Utara, berhasil menangkap seorang wanita pengedar narkoba bernama Leny, asal Pematangsiantar, saat melakukan transaksi 17 ribu butir pil ekstasi di Centre Point Mall Medan.

Kepala BNNP Sumut Brigjend Pol. Andi Loedianto membenarkan tersangka ditangkap saat melakukan transaksi ekstasi berwarna merah muda itu, saat memberikan keterangan pers kepada wartawan, Jumat (4/8).

Andi menyebutkan, tersangka sudah lama masuk dalam daftar target operasi (TO). Sebelum dilakukan penangkapan, petugas terlebih dahulu membuntuti Leny (39 tahun) selama beberapa hari.

“Kami mendapat informasi tersangka akan melakukan transaksi di salah satu mall yang ada di Medan,”katanya.

Setibanya di Centre Point Mall, masih kata Andi, ternyata calon pembeli gagal datang. Leny kemudian menuju ke basement parkiran untuk kembali ke rumah kosnya di Jalan Candi Kalasan, Medan.

“Karena anggota tidak mau kehilangan jejaknya, saat tersangka masuk ke mobil langsung kami bekuk. Dari dalam mobil, kami sita dua bungkus besar pil ekstasi dengan jumlah 2 Ribu butir,” ungkap Andi.

Tak puas sampai disitu, petugas BNNP Sumut kembali melakukan pengembangan ke rumah kos tersangka. Di sana, petugas kembali menemukan tiga bungkus besar pil ekstasi dengan jumlah perbungkusnya 5 ribu butir.

“Ada 15 ribu butir lagi yang kami temukan di kosnya. Sehingga, jumlah barang bukti yang kami sita sebanyak 17 ribu butir,” ungkap Andi.

Kasus penangkapan dan besarnya sitaan barang bukti ini telah membuat Leny mendapatkan gelar istimewa sebagai ratu ekstasi kota Medan.

Menurut pengakuan tersangka, barang haram tersebut diperolehnya dari seorang narapidana di Lapas Klas I A Tanjung Gusta Medan.

“Napi itu masih berada di Lapas Klas I A Tanjung Gusta Medan,”aku Lenny tanpa menyebutkan identitas narapidan tersebut.

Dari penyelidikan sementara, napi yang mengendalikan Lenny tak lain adalah mantan suaminya yang berinisial EH.

Jadi, tiap kali hendak mensuplai ekstasi, EH menghubungi seorang warga Aceh berinisial HDK untuk mengirimkan barang pada Lenny.

Tersangka mengaku, selama ini sudah berhasil mengedarkan sekitar 13 ribu butir pil esktasi di Kota Medan.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment