Komunitas Wartawan Meminta Turki Membebaskan Wartawan yang Ditangkap

Loup Bureau, Jurnalis Lepas Asal Prancis yang Ditangkap Pemerintah Turki. [Foto: hurriyetdailynews]

BERITAKITA.CO | Komunitas wartawan internasinal telah meminta kepada Pemerintah Turki untuk segera membebaskan seorang jurnalis lepas asal Prancis yang ditangkap di provinsi Şırnak, di bagian tenggara Turki, dengan tuduhan membantu teroris saat melakukan peliputan di sana.

Reporter Without Borders (RSF), Federasi Wartawan Eropa, dan beberapa serikat wartawan lainya juga meminta Pemerintah Prancis agar menekan Ankara untuk membebaskan Loup Bureau, 27 tahun, yang bekerja sebagai wartawan lepas pada beberapa kantor berita.

“Kami meminta pembebasan segera Loup Bureau,” kata kepala RSF Eropa Timur dan Asia Tengah Johann Bihr.

“Kami sangat prihatin dengan penangkapan dan tuduhan serius yang diajukan terhadapnya. Dia hanya seorang jurnalis. Kami berharap penyidik ​​Turki segera menyadari hal ini,” Bihr menambahkan.

Kementerian Luar Negeri Prancis juga menyatakan bahwa pihaknya “memperhatikan” situasi Bureau dan kedutaannya telah bertindak untuk memberinya “perlindungan konsuler secepat mungkin”.

Wartawan asal Prancis ini ditahan pada 26 Juli 2017 di pos perbatasan Habur setelah dia menyeberang ke negara tersebut dari wilayah Kurdi Irak yang otonom. Dia dituduh “membantu sebuah organisasi teroris” melalui hubungan dengan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi Suriah (YPG), di mana Ankara menganggap YPG adalah sebuah kelompok teroris yang terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang (PKK).

Pengadilan setempat lalu memerintahkan penangkapannya pada 2 Agustus 2017 dan dia dikirim ke penjara di Şırnak.

Sumber yudisial mengatakan tuduhan ini terkait dengan laporan Bureau yang telah ditulis beberapa tahun lalu terkait YPG di Suriah.

Kantor berita Turki melaporkan bahwa saat digeledah, Bureau terbukti memiliki sebuah video yang disebut “Daftar distribusi senjata”.

Turki sebelumnya mendeportasi jurnalis Prancis lain Mathias Depardon pada bulan Juni, sebulan setelah dia ditahan saat bertugas untuk majalah National Geographic di Hasankeyf, sebuah provinsi di bagian selatan Turki.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment