Iran Sukses Uji Coba Roket, Negara-Negara Barat Protes

Uji Coba Peluncuran Roket di Imam Khomeini Space Centre, Iran. [Foto: Reuters]

BERITAKITA.CO | Amerika Serikat, Inggris, Prancis dan Jerman memperingatkan PBB pada hari Rabu (2/8), bahwa Iran telah mengambil “langkah yang mengancam dan provokatif” dengan menguji sebuah roket yang mampu mengantarkan satelit ke orbit dan meminta kepala PBB untuk menyelidiki.

Dalam sebuah laporan yang disampaikan ke komite sanksi Dewan Keamanan dan Sekretaris Jenderal PBB, keempat negara tersebut menggambarkan peluncuran roket yang terjadi pada 27 Juli minggu lalu, tidak sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB tahun 2015.

Mereka meminta Sekjen PBB Guterres untuk melaporkan “sepenuhnya dan menyeluruh tentang rudal balistik dan aktivitas peluncuran rudal Iran” ke Dewan Keamanan.

Sebagian besar sanksi PBB dicabut 18 bulan yang lalu berdasarkan kesepakatan yang dibuat Iran dengan kekuatan utama dunia untuk mengekang program nuklirnya. Namun Iran masih tunduk pada embargo senjata dan pembatasan lainnya, yang secara teknis bukan merupakan bagian dari kesepakatan nuklir.

Guterres melaporkan setiap enam bulan kepada Dewan Keamanan mengenai pelaksanaan sanksi dan pembatasan yang tersisa.

“Teknologi yang diperlukan untuk peluncuran kendaraan luar angkasa sangat erat kaitannya dengan rudal balistik, terutama rudal balistik antar benua,” empat kekuatan tersebut menulis dalam laporan mereka, seperti yang dilansir oleh Reuters.

“Peluncuran ini merupakan langkah yang mengancam dan provokatif oleh Iran,” tulis mereka. “Program lama Iran untuk mengembangkan rudal balistik tidak sesuai dengan (resolusi PBB) dan memiliki efek yang tidak stabil di kawasan ini.”

Duta Besar A.S. untuk PBB Nikki Haley, menyampaikan laporan itu ke Dewan Keamanan dan Sekretaris Jenderal atas nama keempat negara tersebut.

Menteri luar negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, membantah pada hari Jumat lalu bahwa Teheran memiliki rudal yang dirancang untuk membawa hulu ledak nuklir.

Keempat negara ini juga merencanakan untuk mengangkat isu peluncuran tersebut dalam pertemuan Dewan Keamanan berikutnya mengenai pelaksanaan resolusi tersebut sehingga Dewan dapat mendiskusikan kemungkinan tanggapannya. Tidak jelas kapan pertemuan itu akan digelar.

“Kami meminta Iran untuk segera menghentikan semua kegiatan yang berkaitan dengan rudal balistik yang dirancang untuk dapat mengirimkan senjata nuklir, termasuk peluncuran menggunakan teknologi rudal balistik semacam itu,” tulis Amerika Serikat, Jerman, Inggris dan Prancis.

Amerika Serikat memberlakukan sanksi terhadap enam anak perusahaan kunci perusahaan untuk program rudal balistik Iran, sehari setelah Iran meluncurkan roket tersebut pekan lalu.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment