Turki Dijadikan Kambing Hitam Atas Kegagalan AS di Suriah

Juru Bicara Kepresidenan Turki, İbrahim Kalın. [Foto: hurriyetdailynews]

BERITAKITA.CO | Juru Bicara Kepresidenan Turki, İbrahim Kalın, mengkritik pernyataan Brett McGurk, utusan AS untuk negara-negara koalisi anti ISIS, yang menghubungkan Turki dengan kelompok-kelompok teroris di barat laut Suriah.

“Ketika ada kegagalan di Suriah, seseorang mencari kambing hitam,” kata Kalın kepada penyiar TVNet.

“Kapan pun keadaan buruk di Suriah, Turki selalu disalahkan,” katanya, mengingat laporan media Barat tahun lalu yang menuduh pihak berwenang Turki mengizinkan pejuang asing untuk menyeberangi perbatasan, terlibat dalam perdagangan minyak dengan ISIS, dan memberikan perlakuan khusus bagi anggota ISIS di Turki .

“Mereka tidak bisa membuktikan semua tuduhan ini,” klaim Kalın.

Dia juga menggarisbawahi pentingnya berbagi data intelijen mengenai pejuang asing, mencatat bahwa ada aliran pejuang dari berbagai negara termasuk negara-negara Eropa, Rusia, Arab Saudi dan Tunisia. Pada saat Ankara memiliki kerjasama intelijen yang baik dengan negara-negara lain, pihaknya dapat membendung kedatangan para jihadis di perbatasan, katanya.

Berbicara di sebuah panel di Middle East Institute di Washington, McGurk, telah menuduh bahwa kota Idlib telah berubah menjadi “zona aman bagi teroris al-Qaeda di perbatasan Turki.”

Kalın membantah tuduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa “struktur terorisme di Idlib tidak dapat dikaitkan dengan Turki.”

“Mengapa? Karena kita tidak mengontrol Idlib. Ada orang Amerika dan YPG [People’s Protection Unit] di sana [sekitar Idlib]. Ada juga pasukan Rusia dan pasukan rezim Assad di sana, “katanya.

Kalın menambahkan bahwa beberapa tahun yang lalu sebuah koridor pengungsi didirikan karena perang dan institusi Turki seperti Bulan Sabit Merah Turki, organisasi nirlaba, dan Badan Pertanahan dan Bantuan Kementerian Utama terlibat dalam upaya untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada Idlib.

“Setelah evakuasi Aleppo, ledakan populasi terjadi di Idlib,” kata Kalın dan mencatat bahwa sekitar 1,5-2 juta orang saat ini tinggal di sana. Beberapa orang Syria di Idlib pergi ke Turki dari waktu ke waktu, tapi mereka terkena pemeriksaan keamanan, tambahnya.

Kalın mengecam “niat jahat” McGurk untuk menuduh Ankara bertanggung jawab atas insiden yang dia katakan Turki tidak memiliki hubungan apa pun.

Pada 30 Juli 2017, dalam sebuah pernyataan tertulis, juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hüseyin Müftüoğlu juga mengkritik McGurk atas pernyataannya yang “provokatif”.

“Kami bereaki keras terhadap pernyataan Brett McGurk, di mana dia menghubungkan Turki dengan kehadiran organisasi teroris di Idlib. Pernyataannya itu provokatif,” protes Müftüoğlu.

Turki menganggap YPG, sayap militer Partai Persatuan Demokratik (PYD), adalah cabang dari Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang (PKK), yang juga dikenal sebagai organisasi teroris oleh A.S. dan Uni Eropa.

Pemerintah A.S. mulai secara langsung memberikan senjata kepada YPG dalam kampanye anti-ISIS atas perintah presiden yang ditandatangani oleh Trump pada pertengahan bulan Mei, dengan mengorbankan sekutunya Turki.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment