KY Akan Pantau Praperadilan Kasus BLBI

BERITAKITA.CO | Komisi Yudisial (KY) akan menurunkan tim untuk memantau sidang putusan praperadilan kasus BLBI di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (2/8) pagi ini.

“Proses pemantauan tersebut sebagai bentuk KY melaksanakan perintah UU dan upaya memastikan bahwa proses sidang berjalan sebagaimana mestinya, ” kata Juru bicara KY Farid Wajdi, di Jakarta, Selasa (1/8) malam.

Menurut Farid, pada proses persidangan itu KY fokus pada etika hakim dalam prosesi persidangan ini, baik perilaku di dalam maupun perilaku di luar sidang.

“Selain itu, kami juga meminta semua pihak menghormati profesi dan putusan hakim dengan menjaga independensi dan imparsialitasnya,” ujar Farid.

Sidang praperadilan ini diajukan oleh tersangka kasus BLBI Bank BDNI Syafruddin Tumenggung. Hanya saja, agak aneh dalam perkara ini obligor Sjamsul Nursalim belum ditetapkan sebagai tersangka dan masih tinggal di Singapura.

Ketua KPK Agus Rahatdjo saat ditemui di Kejaksaan Agung, beberapa waktu yang lalu menyatakan proses penyidikan masih terus berlangsung dan pihaknya akan meminta bantuan otoritas Pemerintah Singapura untuk menghadirkan Sjamsul Nursalim ke Indonesia.

Syafruddin Tumenggung juga telah menjadi tersangka dalam kasus penjualan cessie PT Adyesta Ciptatama (AC) di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) saat menjabat Kepala BPPN, 2003.

Namun sejak dijadikan tersangka setahun lalu, Syafruddin belum ditahan dalam kasus korupsi, yang diduga merugikan negara sekitar Rp419 miliar. Sedangkan dalam dugaan kasus korupsi BLBI yang ditangani KPK, nilainya sekitar Rp3,7 triliun dia juga belum ditahan.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment