Turki Mulai Mengadili Para Pelaku Kudeta

Salah Seorang Pelaku Kudeta Dibawa ke Pengadilan. [Foto: Yeni Safak]

BERITAKITA.CO | Pengadilan terhadap 486 tersangka yang terkait dengan Akıncı Air Base, yang digunakan sebagai markas kudeta Turki yang gagal pada 15 Juli tahun lalu yang dilakukan oleh Organisasi Teroris Fetullah (FETÖ), dimulai pada hari Selasa (1/8).

Pengadilan tersebut diadakan di Ankara, ibukota Turki, di sebuah ruang sidang yang dibangun khusus untuk para pelaku kudeta.

Di antara mereka yang diadili adalah mantan komandan udara Akın Öztürk dan pemimpin kudeta Kemal Batmaz, Kubilay Selçuk dan Mehmet Dişli, yang mengaku melakukan kudeta tersebut.

Persidangan tersebut  akan berlangsung sampai 19 Agustus 2017.

Para tersangka dikenai tuduhan melanggar konstitusi, menawan jenderal, mengebom bangunan vital milik negara, seperti gedung parlemen dan Markas Besar Pasukan Khusus, dan memerintahkan operasi pembunuhan massal.

Di antara penggugat adalah Presiden Recep Tayyip Erdogan, Ketua Parlemen İsmail Kahraman, Wakil Perdana Menteri Bekir Bozdağ dan Jenderal Hulusi Akar.  Tercatat, ada 438 penggugat dalam kasus ini.

Langkah-langkah keamanan yang diambil selama persidangan ini meliputi penempatan pasukan keamanan khusus, sistem pertahanan udara, penembak jitu, regu penjinak bom, kendaraan lapis baja dan pesawat tanpa awak (drone).

Sebanyak 249 orang tewas dan hampir 2.200 orang terluka dalam kudeta gagal 15 Juli tahun lalu yang dilakukan oleh Organisasi Teroris Fetullah (FETÖ), yang dipimpin oleh Fetullah Gülen, yang tinggal di pengasingan di Pennsylvania, Amerika.

Gülen menjalankan sebuah kampanye jangka panjang untuk menggulingkan pemerintah Turki melalui infiltrasi institusi negara, terutama militer, polisi dan pengadilan, yang membentuk apa yang biasa dikenal sebagai negara paralel atau negara bayangan.

Dari 486 tersangka, 461 dari mereka saat ini masih di penjara, 18 orag telah dilepaskan di bawah pengawasan yudisial, dan 7 orang lainnya buron.

Di antara terdakwa yang diadili, termasuk dua buronan penting, yaitu Fetullah Gülen dan Adil Oksuz, seorang pelaku utama kudeta.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment