Arab Saudi dan Qatar Kembali Bertikai Terkait Ibadah Haji

Pelaksanaan Ibadah Haji [Foto:Reuters]

BERITAKITA.CO | Perseteruan antara Arab Saudi dan Qatar meningkat akhir pekan lalu, di mana Doha sempat mengajukan protes ke PBB mengenai pembatasan warganya yang akan melaksanakan ibadah Haji.

Dalam pertemuan negara-negara Arab yang terlibat dalam konflik dengan Qatar, menteri luar negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mengecam Doha, menuduhnya mempolitisasi ibadah haji.

“Permintaan Qatar untuk menginternasionalisasi situs suci adalah tindakan agresif dan sebuah deklarasi perang melawan kerajaan,” kata al-Jubeir kepada saluran Al Arabiya.

Doha belum secara terbuka menyerukan agar dua situs tersuci Islam (Mekkah dan Madinah) ditempatkan di bawah pengawasan internasional. Al-Arabiya melaporkan bahwa media Qatar belum mengangkat isu tersebut setelah Arab Saudi menerapkan peraturan baru untuk warga Qatar yang melakukan perjalanan ke Mekkah mengingat adanya blokade udara untuk Qatar.

Pada hari Sabtu, Komisi Hak Asasi Manusia Nasional Qatar (NHRC) mengajukan keluhan kepada Utusan Khusus PBB mengenai kebebasan beragama mengenai apa yang mereka sebut sebagai “pelanggaran keras terhadap hukum dan kesepakatan internasional yang menjamin hak untuk beribadah.”

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh Al Jazeera, komisi tersebut mengatakan bahwa “sangat prihatin atas sikap [Arab Saudi] yang mempolitisir ritual keagamaan dan menggunakan [haji] untuk mencapai keuntungan politik” dan mengatakan bahwa mereka mengajukan tuntutan lain kepada Riyadh dengan UNESCO atas diskriminasi terhadap warga Qatar.

Komisi hak asasi manusia Qatar juga memprotes bahwa Arab Saudi telah mempersulit banyak orang Qatar untuk mencapai Mekkah dengan menetapkan bahwa mereka hanya bisa mendarat di dua bandara Saudi – Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah dan Bandara Pangeran Mohammed bin Abdul Aziz di Madinah.

Larangan tersebut secara khusus menargetkan Qatar Airways, dengan pihak berwenang Saudi mengatakan bahwa calon jamaah harus menggunakan maskapai lain untuk perjalanan mereka. Sebagai tambahan, NHRC mengklaim bahwa warga Qatar diizinkan berangkat ke Arab Saudi hanya dari Doha.

Klaim ini, bagaimanapun, telah diperdebatkan oleh pihak berwenang Saudi, yang mengatakan bahwa semua wisatawan yang memiliki izin ziarah sah akan diizinkan masuk ke negara itu dari bandara Qatar manapun, termasuk Doha.

Al-Jubeir menolak tuduhan bahwa Arab Saudi melanggar kebebasan beragama, dengan mengatakan bahwa “Arab Saudi menyambut semua Muslim dari seluruh dunia yang mengunjungi negara tersebut untuk berhaji.”

Dia menuduh Qatar menghembuskan masalah tersebut di luar proporsinya sebagai alasan untuk “mengalihkan perhatian orang dari isu utama krisis Teluk, yaitu dukungan dan pendanaan terorisme yang diberikan oleh Qatar.”

“Ini mempolitisasi haji dan itu tidak bisa diterima,” katanya, seperti dikutip oleh The Nation.

Sementara itu, Qatar mengumumkan pada hari Minggu bahwa pihaknya telah menutup pendaftaran Haji tahun ini, seperti dilaporkan oleh Al Arabiya, yang mengutip pernyataan dari Kementerian Wakaf dan Urusan Islam Qatar.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment